Alasan Susi Pudjiastuti Ancam Mundur Jadi Menteri

Metrotvnews.com, Jakarta: Kurang dari dua minggu menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sudah mengancam mundur. Hal tersebut lantaran dirinya kecewa terhadap kekayaan laut Indonesia yang terus dikuras nelayan lokal dan dijarah nelayan asing.

"Penangkapan ikan harus dibatasi. Kalau ini tidak terjadi (pembatasan penangkapan ikan), saya tidak mau jadi menteri lagi," ucap Susi, saat ditemui di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur No. 16, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014).

Ia menjelaskan, bahwa pembatasan ini akan menghapus kebiasaan penangkapan ikan yang bebas seperti yang terjadi sekarang ini. Selain itu, lanjutnya, pembatasan ini juga akan menciptakan keberlanjutan sumber daya alam laut.

"Ini termasuk aturan dalam teritorial kita. Harus ada pengetatan ukuran, musim tangkap serta metode penangkapan," tegasnya.

Maka dari itu, papar Susi, KKP bersama para duta besar negara yang bersinggungan dengan wilayah laut Indonesia akan bekerjasaama mengatur pembatasan penangkapan ikan.

Begitu juga dengan aturan moratorium izin kapal asing baru di Indonesia, yang aturan Kepmen-nya telah ditandatangan pihak Kemenkumham.

"Ini bentuk MoU, saya tidak mau tanda tangan MoU kalau hasilnya tidak signifkan seperti ini. Pengetatan harus diimplementasikan, ini harus dilakukan," pungkasnya. 
 
 
Sumber : http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2014/11/04/314295/alasan-susi-pudjiastuti-ancam-mundur-jadi-menteri

0 komentar:

Susi Pudjiastuti Ancam Mundur Jadi Menteri

Metrotvnews.com, Jakarta: Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) ini cukup menyedot sorotan masyarakat dengan gayanya yang nyentrik.

Baru sekitar sembilan hari menjadi menteri KKP, Susi sudah mengancam akan mundur dari kabinet dan pulang ke kampung halamannya di Pangandaran, Jawa Barat.

Mengutip laman Facebook Susi Pudjiastuti, Selasa (4/11/2014), Susi mengunggah ancamannya sekitar dua jam lalu. Sebagai menteri KKP, kata dia, ia tak mau ambil kompromi.

"Saya akan mundur dari kabinet dan memilih pulang ke kampung halaman saya di Pangandaran jika birokrasi bergerak lambat dalam merespons rencana saya membuat peraturan menteri yang mendukung para nelayan," ujar Susi dalam laman jerjaring sosialnya.

Susi menambahkan di Facebooknya yang sudah di-like oleh 41.285 orang ini, dirinya mengkritisi birokrasi di Indonesia, khususnya terkait dengan nelayan, yang sangat lama.

"Katanya kalau di birokrat mau mengubah peraturan butuh waktu dua tahun, tapi kalau dua tahun mending saya keluar saja. Masa saya kerja dua tahun tidak menghasilkan apa-apa, tapi kata Menkumham janji dapat diselesaikan dua hari. Kalau dua tahun saya pulang saja ke Pangandaran," tegas dia.

Susi menjelaskan aturan dan pengawasan terkait perikanan akan dibuat jelas di dalam peraturan menteri yang akan diputuskan wanita nomor satu di Kementerian Kelautan dan Perikanan ini.

"Sebetulnya secara undang-undang perikanan kita sudah punya, sekarang saya mau bikin jelas saja per Keputusan Menteri untuk setiap item supaya lebih 'clear' kepada semua pemain. Kemudian untuk pengawasan akan bekerja sama dengan semua depertemen dan instansi," tambahnya.

Dirinya pun berharap Peraturan Menteri yang akan dibuat dapat terealisasi secepatnya. Menurut dia, dengan komitmen bersama di Kabinet Kerja, semua permasalahan saat ini dapat diselesaikan termasuk mengubah aturan yang memberatkan nelayan ataupun investor.

"Saya punya perasaan Kabinet Kerja ini sangat 'open', border-border, sekat-sekat antardepertemen sudah tidak ada lagi. Mudah-mudahan dengan komitmen bersama kita dapat menyelesaikan segala permasalahan, mengubah aturan yang menyulitkan seperti retribusi-retribusi," tutup dia. 
 
 
Sumber : http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2014/11/04/314121/duh-susi-pudjiastuti-ancam-mundur-jadi-menteri

0 komentar:

Investor Minati Industri Penerbangan Indonesia

Metrotvnews.com, Jakarta: Pebisnis asal Inggris yang tergabung dalam Tim Investasi dan Perdagangan Kerajaan Inggris (The United Kingdom Trade and Investment) bidang aviasi dan bandar udara mengunjungi Citilink Indonesia. Pertemuan itu untuk mengetahui perkembangan serta prospek industri penerbangan nasional.

Kelompok investor yang dipimpin oleh Stephen Myatt itu berkomunikasi dengan Direktur Keuangan Citilink Albert Burhan. Pertemuan itu membahas persiapan menjelang ASEAN Open Sky 2015.

"Citilink menyambut baik kedatangan sekelompok pengusaha asal Inggris ini karena kita bisa sama-sama mengenali dan mencari peluang bisnis yang ada di Indonesia dan juga di Eropa. Inggris merupakan salah satu negara terdepan dalam bisnis dan penguasaan teknologi penerbangan, sehingga Citilink merasa perlu juga untuk memiliki akses langsung ke industri mereka," kata Albert dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (4/11/2014).

Sementara itu, Stephen Myatt mengatakan, tujuan dari misi ini adalah untuk menjalin relasi bisnis dan melihat peluang. Serta memahami prospek bisnis penerbangan di Indonesia. Kunjungan kali ini dapat membantu menemukan bentuk kerjasama yang saling menguntungkan dan dalam jangka panjang.

"Misi dagang kami juga terkait dengan Forum Bisnis Aviasi Indonesia yang mendorong peningkatan kegiatan bisnis dan kerjasama antara kalangan pebisnis dan pemerintahan, sehingga para pemimpin industri penerbangan bisa memberikan solusi yang berkelanjutan. Apalagi, mengingat pertumbuhan yang pesat sekaligus mengantisipasi pelaksanaan ASEAN Open Sky," kata Myatt yang juga sebagai penasehat perdagangan internasional.

Rombongan yang terdiri dari 14 pengusaha dan dua penasehat bisnis bidang penerbangan dan bandara itu berada di Indonesia pada 3 hingga 7 November. Selain mengunjungi Citilink juga mengunjungi sejumlah komunitas bisnis lain dan kalangan pemerintah.

Jelang ASEAN Open Sky 2015, lalu lintas pergerakan penumpang tahunan Indonesia diperkirakan meningkat dari 105 juta penumpang di tahun 2010 menjadi 358 juta penumpang pada 2025, dengan catatan pertumbuhan ekonomi rata-rata 8,5% per tahun. Kondisi tersebut menjadikan industri penerbangan dan bandara di Indonesia akan mendapatkan tekanan yang luar biasa sehingga perlu untuk melakukan perluasan kapasitas dan fasilitas di kedua sektor tersebut.

Indonesia dengan jumlah penduduk yang mencapai 242 juta jiwa dan pertumbuhan rata-rata GDP 6.2% memperlihatkan pertumbuhan pasar penerbangan yang dramatis. Pergerakan penumpang dan penerbangan internasional tumbuh 13% sedangkan hal yang sama juga terjadi di penerbangan domestik yang mencapai 16%, dan pergerakan penumpang domestik tumbuh 20% pada 2010/2011. 
 
 
Sumber : http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2014/11/04/314191/investor-minati-industri-penerbangan-indonesia

0 komentar:

TNI AU Sergap Pesawat Penyusup

Metrotvnews.com. Kupang. Penyupan wilayah udara RI oleh pesawat terbang asing kembali terjadi. Pesawat yang terbang menuju Australia itu berhasil disergap Sukhoi TNI AU.

"Pesawat dipaksa mendarat di Lanud Eltari Kupang, pukul 13.30 WIB," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama Hadi Tjahyanto kepada Metrotvnews.com, Senin (3/11/2014).

Awak dan penumpang pesawat saat ini sedang diperiksa TNI AU di Lanud Eltari, Kupang. Pesawat itu diduga memasuki wilayah udara RI tanpa izin lengkap.

Pesawat pesawat bermesin jet Gulfstream IV dengan nomor penerbangan HZ-103 itu pun disergap. Penyergapan dilakukan pada jarak 150 km timur laut Kupang di ketinggian 41 ribu feets dengan kecepatan 450 kts oleh satuan Sukhoi TNI AU.

"Untuk sementara diketahui sebagai penerbangan tak berjadwal yang terbang dari Singapura menuju Darwin, Australia," jelas Marsma Hadi Tjahyanto.


Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/2014/11/03/313569/lagi-tni-au-sergap-pesawat-penyusup

0 komentar:

Titiek Soeharto : Benar Kata Gus Dur, DPR Sama dengan TK

Metrotvnews.com, Jakarta: DPR Masih terbelah. Lembaga legislatif itu terus menjadi sorotan publik. Banyak kalangan melontarkan penilaian negatif terhadap kondisi DPR saat ini.

Tak terkecuali anggota DPR sendiri. Wakil Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Haryadi atau Titiek Soeharto, misalnya, yang mengaku terkejut dengan adanya Pimpinan DPR tandingan versi Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Dia menyayangkan sikap yang diambil partai koalisi pendukung pemerintah itu.

Menyindir koleganya sesama anggota dewan di KIH, Titiek mengutip mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menyebut DPR sama dengan taman kanak-kanak (TK).

"Apa kata Gus Dur benar, DPR taman kanak-kanak (TK)," kata Titiek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2014).

KIH, kata Titiek, seharusnya legowo, seperti apa yang dilakukan Koalisi Merah Putih (KMP) ketika kalah dalam Pilpres 2014.

"Kemarin kita disebut tak legowo ketika di Pilpres, kita dituding bikin keonaran. Kenyataannya tidak ada seperti itu. Di seberang sana (KIH) justru menghambat kerja parlemen," terang putri mantan Presiden Soeharto ini.

Titiek berharap Pimpinan DPR melalui paripurna bisa merangkul semua pihak untuk bersatu. Yang jelas KIH harus bisa menerima 'kekalahan' di ranah legislatif.

"Kalau semua ada tandingan, bisa-bisa nanti ada RT tandingan. Kita sebagai wakil rakyat, seharusnya beri contoh baik," tutup politikus Golkar ini. 

Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/2014/11/04/313981/titiek-soeharto-benar-kata-gus-dur-dpr-sama-dengan-tk

0 komentar:

Ditanya soal Nadine, Menteri Susi Tutup Muka Pakai Selendang

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi target wartawan DPR ketika mengunjungi DPD RI hari ini. Selain soal agenda, Menteri Susi juga ditanya soal anaknya, Nadine Kaiser.

Nadine yang jelita belakangan menjadi buah bibir di media sosial. Apalagi setelah Kaesang, putra Presiden Jokowi, terlibat dalam pembicaraan dunia maya itu. "Kan gara-gara kalian. Bikin susah semua," kata Susi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11/2014).

Ketika terus diburu wartawan, Menteri Susi sempat menutup muka dengan selendang coklat yang menggantung di lehernya. Susi mempercepat langkah. Ulah sang menteri sontak mengundang tawa para wartawan.

Sebelum menuju ruang GBHN, Susi sempat menemui Ketua DPD Irman Gusman di Nusantara III. Ia tak mau berbagi apa yang dibahas di sana.

"Ngomongin pekerjaan saya selama dua minggu ini. Tentang kelautan dan perikanan. Everything about," kata Susi. 

Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/2014/11/05/314821/ditanya-soal-nadine-menteri-susi-tutup-muka-pakai-selendang

0 komentar:

Kerbau Pusaka Keraton Surakarta Mati Dibunuh

Solo - Salah satu kerbau bule milik Keraton Kasunanan Surakarta ditemukan tak bernyawa setelah menderita cukup lama. Kerbau tersebut menjadi korban dari ulah orang tak bertanggung jawab yang menyiksanya dengan cara menusukkan benda tajam ke bagian lambungnya beberapa waktu sebelumnya.

Bagong, nama kerbau jantan keturunan kerbau Kyai Slamet tersebut, selama ini memang tidak tinggal bersama kawanan kerabatnya di kompleks Alun-alun Selatan Keraton Surakarta. Bagong sejak kecil memang nyaman tinggal di dekat areal persawahan di Grogol Sukoharjo, sekitar 5 km dari kompleks Keraton. Beberapa kali dipindahkan untuk bergabung, namun selalu kembali ke tempat tinggalnya di sawah itu.

Sekitar dua pekan lalu, Bagong menjadi korban orang iseng. Dia diketemukan terluka parah di bagian lambung akibat tertusuk benda tajam. Di sekitar lokasi tidak diketemukan benda yang digunakan untuk menusuk, namun melihat lukanya yang dalam dipastikan benda yang dipakai untuk melukai adalah benda tajam.

Upaya perawatan sudah dilakukan terhadap kerbau yang sering dipandang sebagai bagian dari pusaka Keraton Surakarta tersebut. Namun setelah menderita beberapa waktu, pada Selasa (4/11) malam kerbau si Bagong menemui ajal. Luka akibat tusukan yang dideritanya telah mengakibatkan infeksi pada tubuhnya.

"Langsung dimakamkan tadi malam di Alun-alun Selatan. Meskipun selama ini dia tidak tinggal bersama yang lain di sini, namun sesuai tradisi semua kerbau keturunan Kyai Slamet yang meninggal selalu dimakamkan di sini dengan perlakuan khusus," ujar Satryo Hadinagoro, salah satu kerabat Keraton Surakarta, Rabu (5/11/2014).

Pemakaman dilakukan oleh para abdidalem dibantu warga. Adapun perlakuan khusus yang dimaksudkan adalah dengan cara dibungkus kafan serta mendapat penghormatan khusus sebagai hewan kesayangan raja dinasti Mataram secara turun temurun.

Sumber : http://forum.detik.com/setelah-ditusuk-orang-bagong-kebo-bule-keraton-solo-mati-t1062605.html?query-string

0 komentar:

7 Nama Gunung Tertinggi di Indonesia

Gunung tertinggi di indonesia
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki gunung merapi tertinggi dan terbanyak.  Selain itu negara kiata memiliki gunung yang termasuk kedalam tujuh puncak tertinggi di dunia (seven summit) yaitu Gunung Puncak Jaya (Carstenz Pyramid). Berikut 7 gunung tertinggi di indonesia :


1.Gunung Puncak Jaya (Carstenz Pyramid)

Puncak Jaya merupakan gunung tertinggi di Indonesia yang masuk kedalam tujuh puncak tertinggi di dunia (seven summit). Terletak di Provinsi Papua yang merupakan bagian dari Barisan pegunungan Sudirman. Puncak Jaya dengan ketinggian (4,884 m.dpl) memiliki gletser yaitu gletser Carstensz, satu-satunya gletser tropika di Indonesia. walaupun Puncak Jaya masih sedikit tertutup es, ada beberapa gletser di lereng, termasuk Gletser Carstensz, Gletser Northwall Firn Barat, dan Gletser Northwall Firn Timur, baru-baru ini dikabarkan lenyaakibat pemanasan globalp. Gletser di Puncak Trikora di Pegunungan Maoke menghilang sama sekali dalam kurun waktu antara 1939 dan 1962. Sejak tahun 1970-an, bukti dari citra satelit menunjukkan gletser Puncak Jaya telah menyusut dengan cepat. Gletser Meren mencair antara tahun 1994 dan 2000. Sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh Lonnie Thompson paleoclimatologist pada tahun 2010 menemukan bahwa gletser menghilang pada tingkat ketebalan 7 meter per tahun dan akan lenyap sama sekali pada tahun 2015.


2.Gunung Rinjani
Gunung Rinjani Merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl Berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat gunung Rinjani terletak diwilayah tiga kabupatenyaityu Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha. Gunung Rinjani dengan titik tertinggi 3.726 m dpl, mendominasi sebagian besar pemandangan Pulau Lombok bagian utara. Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m, memanjang kearah timur dan barat. Di kaldera ini terdapat danau Segara Anak seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Di Segara Anak banyak terdapat ikan mas dan mujair sehingga sering digunakan untuk memancing. Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut. Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (atau Gunung Barujari) yang memiliki kawah berukuran 170m×200 m dengan ketinggian 2.296 - 2376 m dpl. Gunung kecil ini terakhir aktif/meletus sejak tanggal 2 Mei 2009 dan sepanjang Mei, setelah sebelumnya meletus pula tahun 2004. Jika letusan tahun 2004 tidak memakan korban jiwa, letusan tahun 2009 ini telah memakan korban jiwa tidak langsung 31 orang, karena banjir bandang pada Kokok (Sungai) Tanggek akibat desakan lava ke Segara Anak. Sebelumnya, Gunung Barujari pernah tercatat meletus pada tahun 1944 (sekaligus pembentukannya), 1966, dan 1994.


3.Gunung Semeru
Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya bernama Mahameru, memiliki ketinggian 3.676 mdpl. Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang. Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT.

Gunung Semeru termasuk kedalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 Hektar. Terdapat beberapa gunung di dalam Kaldera Gn.Tengger antara lain; Gn.Bromo (2.392m) Gn. Batok (2.470m) Gn.Kursi (2,581m) Gn.Watangan (2.662m) Gn.Widodaren (2.650m). Terdapat empat buah danau (ranu): Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Ranu Darungan. Flora yang berada di wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominir oleh pohon cemara, akasia, pinus, dan jenis Jamuju. Sedangkan untuk tumbuhan bawah didominir oleh Kirinyuh, alang-alang, tembelekan, harendong dan Edelwiss putih, Edelwiss yang banyak terdapat di lereng-lereng menuju puncak Semeru. Dan juga ditemukan beberapa jenis anggrek endemik yang hidup di sekitar Semeru Selatan. Banyak fauna yang menghuni gunung Semeru antara lain : macan kumbang, budeng, luwak, kijang, kancil, dll. Sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat belibis yang masih hidup liar.


4.Gunung Slamet
Gunung Slamet adalah gunung berapi tertinggi kedua di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.428 mdpl.Gunung ini berada di perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, dan merupakan yang tertinggi di Jawa Tengah serta kedua tertinggi di Pulau Jawa. Kawah IV merupakan kawah terakhir yang masih aktif sampai sekarang, dan terakhir aktif hingga pada level SIAGA medio pertengahan 2009.Gunung Slamet cukup populer sebagai sasaran pendakian meskipun medannya dikenal sulit. Di kaki gunung ini terletak kawasan wisata Baturraden yang menjadi andalan Kabupaten Banyumas karena hanya berjarak sekitar 15 km dari Purwokerto.


5.Gunung Leuser
Gunung Leuser adalah gunung tertinggi di Aceh dengan ketinggian 3.404 mdpl. Gunung Leuser terletak di sebelah tenggara Aceh, dekat perbatasan dengan Sumatera Utara. Gunung Leuser terletak di dalam Taman Nasional Gunung Leuser yang mengambil nama gunung ini sebagai namanya. Sedangkan Taman Nasional Gunung Leuser dan area disekitarnya dikenal dengan nama Kawasan Ekosistem Leuser yang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.


6.Gunung Agung
Gunung Agung adalah gunung tertinggi di pulau Bali dengan ketinggian 3.142 mdpl. Gunung ini terletak di kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem - Bali. Gunung Agung adalah gunung berapi tipe stratovolcano, gunung ini memiliki kawah yang sangat besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan uap air. Dari Pura Besakih gunung ini nampak dengan kerucut runcing sempurna, tetapi sebenarnya puncak gunung ini memanjang dan berakhir pada kawah yang melingkar dan lebar. Dari puncak gunung Agung kita dapat melihat puncak Gunung Rinjani yang berada di pulau Lombok di sebelah timur, meskipun kedua gunung tertutup awan karena kedua puncak gunung tersebut berada di atas awan, kepulauan Nusa Penida di sebelah selatan beserta pantai-pantainya, termasuk pantai Sanur serta gunung dan danau Batur di sebelah barat laut.


7.Gunung Bukit Raya
Bukit Raya atau Gunung Raya adalah sebuah gunung yang terletak di Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah. Gunung ini adalah gunung tertinggi di Kalimantan yang masuk dalam wilayah Indonesia, memiliki ketinggian 2.278 mdpl. Kawasan sekitar Bukit Raya menjadi cagar alam, dan bersama-sama dengan Cagar Alam Bukit Baka di Kalimantan Barat merupakan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya.
 
Sumber : http://namapedia.blogspot.com/2014/03/gunung-tertinggi-di-indonesia.html

0 komentar:

10 Nama Pahlawan Revolusi Yang Gugur Saat Tragedi G 30 S/PKI

Tahukah anda apa gelar pahlawan revolusi, siapa saja yang menyandang gelar pahlawan revolusi dan apa hubungannya dengan G30S? Pahlawan Revolusi adalah gelar pahlawan yang diberikan kepada sejumlah perwira militer yang gugur pada peristiwa G30S tahun 1965. G30S merupakan kepanjangan dari Geraka 30 September atau sering juga di sebut GESTAPU gerakan september tiga puluh. Yaitu peristiwa pergerakan partai komunis indonesia PKI yang mencoba melakukan kudeta dengan cara membunuh 6 perwira tinggi militer dan beberapa orang lainnya, yang dilakukan pada malam 30 september 1965.

Nama dan Biografi Singkat Pahlawan Revolusi

1.Jenderal Ahmad Yani
Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani lahir di Jawa Tengah, 19 Juni 1922  meninggal di Lubang Buaya Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 43 tahun. Adalah komandan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, dan dibunuh oleh anggota Gerakan 30 September. Ahmad Yani lahir di Jenar Purworejo, Jawa Tengah pada tanggal 19 Juni 1922 di keluarga Wongsoredjo, keluarga yang bekerja di sebuah pabrik gula yang dijalankan oleh pemilik Belanda. Pada tahun 1927, Yani pindah dengan keluarganya ke Batavia, di mana ayahnya kini bekerja untuk General Belanda. Di Batavia, Yani bekerja jalan melalui pendidikan dasar dan menengah. Pada tahun 1940, Yani meninggalkan sekolah tinggi untuk menjalani wajib militer di tentara Hindia Belanda pemerintah kolonial. Ia belajar topografi militer di Malang, Jawa Timur, tetapi pendidikan ini terganggu oleh kedatangan pasukan Jepang pada tahun 1942. Pada saat yang sama, Yani dan keluarganya pindah kembali ke Jawa Tengah.Pada tahun 1943, ia bergabung dengan tentara yang disponsori Jepang Peta (Pembela Tanah Air), dan menjalani pelatihan lebih lanjut di Magelang. Setelah menyelesaikan pelatihan ini, Yani meminta untuk dilatih sebagai komandan peleton Peta dan dipindahkan ke Bogor, Jawa Barat untuk menerima pelatihan. Setelah selesai, ia dikirim kembali ke Magelang sebagai instruktur.


2.Letnan Jenderal R. Suprapto
Letnan Jenderal TNI Anumerta R. Suprapto lahir di Jawa Tengah, 20 Juni 1920. Meninggal di Lubangbuaya Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 45 tahun. Adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Ia merupakan salah satu korban dalam G30SPKI dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.Suprapto yang lahir di Purwokerto ini boleh dibilang hampir seusia dengan Panglima Besar Sudirman. Usianya hanya terpaut empat tahun lebih muda dari sang Panglima Besar. Pendidikan formalnya setelah tamat MULO (setingkat SLTP) adalah AMS (setingkat SMU) Bagian B di Yogyakarta yang diselesaikannya pada tahun 1941. Sekitar tahun itu pemerintah Hindia Belanda mengumumkan milisi sehubungan dengan pecahnya Perang Dunia Kedua. Ketika itulah ia memasuki pendidikan militer pada Koninklijke Militaire Akademie di Bandung. Pendidikan ini tidak bisa diselesaikannya sampai tamat karena pasukan Jepang sudah keburu mendarat di Indonesia. Oleh Jepang, ia ditawan dan dipenjarakan, tapi kemudian ia berhasil melarikan diri. Selepas pelariannya dari penjara, ia mengisi waktunya dengan mengikuti kursus Pusat Latihan Pemuda, latihan keibodan, seinendan, dan syuisyintai. Dan setelah itu, ia bekerja di Kantor Pendidikan Masyarakat. Di awal kemerdekaan, ia merupakan salah seorang yang turut serta berjuang dan berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Cilacap. Selepas itu, ia kemudian masuk menjadi anggota Tentara Keamanan Rakyat di Purwokerto. Itulah awal dirinya secara resmi masuk sebagai tentara, sebab sebelumnya walaupun ia ikut dalam perjuangan melawan tentara Jepang seperti di Cilacap, namun perjuangan itu hanyalah sebagai perjuangan rakyat yang dilakukan oleh rakyat Indonesia pada umumnya.


3.Letnan Jenderal Haryono
Letnan Jenderal TNI Anumerta Mas Tirtodarmo Haryono lahir di kota Surabaya Jawa Timur, 20 Januari 1924. Meninggal di Lubang Buaya Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 41 tahun. Adalah salah satu pahlawan revolusi Indonesia yang terbunuh pada persitiwa G30S PKI. Letjen Anumerta M.T. Haryono sebelumnya memperoleh pendidikan di ELS (setingkat Sekolah Dasar) kemudian diteruskan ke HBS (setingkat Sekolah Menengah Umum). Setamat dari HBS, ia sempat masuk Ika Dai Gakko (Sekolah Kedokteran masa pendudukan Jepang) di Jakarta, namun tidak sampai tamat.Ketika kemerdekaan RI diproklamirkan, ia yang sedang berada di Jakarta segera bergabung dengan pemuda lain untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan. Perjuangan itu sekaligus dilanjutkannya dengan masuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Awal pengangkatannya, ia memperoleh pangkat Mayor.Selama terjadinya perang mempertahankan kemerdekaan yakni antara tahun 1945 sampai tahun 1950, ia sering dipindahtugaskan. Pertama-tama ia ditempatkan di Kantor Penghubung, kemudian sebagai Sekretaris Delegasi RI dalam perundingan dengan Inggris dan Belanda. Suatu kali ia juga pernah ditempatkan sebagai Sekretaris Dewan Pertahanan Negara dan di lain waktu sebagai Wakil Tetap pada Kementerian Pertahanan Urusan Gencatan Senjata. Dan ketika diselenggarakan Konferensi Meja Bundar (KMB), ia merupakan Sekretaris Delegasi Militer Indonesia.


4.Letnan Jenderal Siswondo Parman
Letnan Jenderal TNI Anumerta Siswondo Parman lahir di Wonosobo Jawa Tengah, 4 Agustus 1918. Meninggal di Lubang Buaya Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 47 tahun. Siswondo Parman atau lebih dikenal dengan nama S. Parman adalah salah satu pahlawan revolusi Indonesia dan tokoh militer Indonesia. Ia meninggal dibunuh pada persitiwa Gerakan 30 September dan mendapatkan gelar Letnan Jenderal Anumerta. Ia dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.Parman merupakan perwira intelijen, sehingga banyak tahu tentang kegiatan PKI. Dia termasuk salah satu di antara para perwira yang menolak rencana PKI untuk membentuk Angkatan Kelima yang terdiri dari buruh dan tani. Penolakan serta posisinya sebagai pejabat intelijen yang tahu banyak tentang PKI, membuatnya menjadi korban penculikan oleh Resimen Tjakrabirawa yang dipimpin Serma Satar. Penculikannya diduga diatur oleh kakak kandungnya sendiri, yaitu Ir. Sakirman yang merupakan petinggi di Politbiro CC PKI kala itu.


5.Mayor Jenderal Pandjaitan
Brigadir Jenderal TNI Anumerta Donald Isaac Panjaitan lahir di Sumatera Utara, 19 Juni 1925. Meninggal di Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 40 tahun) adalah salah satu pahlawan revolusi Indonesia. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Pendidikan formal diawali dari Sekolah Dasar, kemudian masuk Sekolah Menengah Pertama, dan terakhir di Sekolah Menengah Atas. Ketika ia tamat Sekolah Menengah Atas, Indonesia sedang dalam pendudukan Jepang. Sehingga ketika masuk menjadi anggota militer ia harus mengikuti latihan Gyugun. Selesai latihan, ia ditugaskan sebagai anggota Gyugun di Pekanbaru, Riau hingga Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.Ketika Indonesia sudah meraih kemerdekaan, ia bersama para pemuda lainnya membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang kemudian menjadi TNI. Di TKR, ia pertama kali ditugaskan menjadi komandan batalyon, kemudian menjadi Komandan Pendidikan Divisi IX/Banteng di Bukittinggi pada tahun 1948. Seterusnya menjadi Kepala Staf Umum IV (Supplay) Komandemen Tentara Sumatera. Dan ketika Pasukan Belanda melakukan Agresi Militernya yang Ke II, ia diangkat menjadi Pimpinan Perbekalan Perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).Seiring dengan berakhirnya Agresi Militer Belanda ke II, Indonesia pun memperoleh pengakuan kedaulatan. Panjaitan sendiri kemudian diangkat menjadi Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium (T&T) I Bukit Barisan di Medan. Selanjutnya dipindahkan lagi ke Palembang menjadi Kepala Staf T & T II/Sriwijaya.Setelah mengikuti kursus Militer Atase (Milat) tahun 1956, ia ditugaskan sebagai Atase Militer RI di Bonn, Jerman Barat. Ketika masa tugasnya telah berakhir sebagai Atase Militer, ia pun pulang ke Indonesia. Namun tidak lama setelah itu yakni pada tahun 1962, perwira yang pernah menimba ilmu pada Associated Command and General Staff College, Amerika Serikat ini, ditunjuk menjadi Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad). Jabatan inilah terakhir yang diembannya saat peristiwa G 30/S PKI terjadi. Ketika menjabat Asisten IV Men/Pangad, ia mencatat prestasi tersendiri atas keberhasilannya membongkar rahasia pengiriman senjata dari Republik Rakyat Cina (RRC) untuk PKI. Dari situ diketahui bahwa senjata-senjata tersebut dimasukkan ke dalam peti-peti bahan bangunan yang akan dipakai dalam pembangunan gedung Conefo (Conference of the New Emerging Forces). Senjata-senjata itu diperlukan PKI yang sedang giatnya mengadakan persiapan melancarkan pemberontakan.


6.Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo
Mayor Jendral TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo lahir di Jawa Tengah, 28 Agustus 1922. Meninggal di Lubang Buaya Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 43 tahun. adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang diculik dan kemudian dibunuh dalam peristiwa Gerakan 30 September di Indonesia. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Sutoyo bergabung ke dalam bagian Polisi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), cikal bakal Tentara Nasional Indonesia. Hal ini kemudian menjadi Polisi Militer Indonesia. Pada Juni 1946, ia diangkat menjadi ajudan Kolonel Gatot Soebroto, komandan Polisi Militer. Ia terus mengalami kenaikan pangkat di dalam Polisi Militer, dan pada tahun 1954 ia menjadi kepala staf di Markas Besar Polisi Militer. Dia memegang posisi ini selama dua tahun sebelum diangkat menjadi asisten atase militer di kedutaan besar Indonesia di London. Setelah pelatihan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat di Bandung dari tahun 1959 hingga 1960, ia diangkat menjadi Inspektur Kehakiman Angkatan Darat, kemudian karena pengalaman hukumnya, pada tahun 1961 ia menjadi inspektur kehakiman/jaksa militer utama. Pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965, anggota Gerakan 30 September yang dipimpin oleh Sersan Mayor Surono masuk ke dalam rumah Sutoyo di Jalan Sumenep, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka masuk melalui garasi di samping rumah. Mereka memaksa pembantu untuk menyerahkan kunci, masuk ke rumah itu dan mengatakan bahwa Sutoyo telah dipanggil oleh Presiden Soekarno. Mereka kemudian membawanya ke markas mereka di Lubang Buaya.[4][5] Di sana, dia dibunuh dan tubuhnya dilemparkan ke dalam sumur yang tak terpakai. Seperti rekan-rekan lainnya yang dibunuh, mayatnya ditemukan pada 4 Oktober dan dia dimakamkan pada hari berikutnya. Dia secara anumerta dipromosikan menjadi Mayor Jenderal dan menjadi Pahlawan Revolusi.

7.Kapten Pierre Tendean
Kapten CZI Anumerta Pierre Andreas Tendean lahir 21 Februari 1939 – meninggal 1 Oktober 1965 pada umur 26 tahun. adalah seorang perwira militer Indonesia yang menjadi salah satu korban peristiwa Gerakan 30 September pada tahun 1965. Mengawali karier militer dengan menjadi intelijen dan kemudian ditunjuk sebagai ajudan Jenderal Abdul Haris Nasution dengan pangkat letnan satu, ia dipromosikan menjadi kapten anumerta setelah kematiannya. Tendean dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata dan bersama enam perwira korban G30S lainnya, ia ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi Indonesia pada tanggal 5 Oktober 1965. Pierre Andreas Tendean terlahir dari pasangan Dr. A.L Tendean, seorang dokter yang berdarah Minahasa, dan Cornet M.E, seorang wanita Indo yang berdarah Perancis, pada tanggal 21 Februari 1939 di Batavia (kini Jakarta), Hindia Belanda. Pierre adalah anak kedua dari tiga bersaudara; kakak dan adiknya masing-masing bernama Mitze Farre dan Rooswidiati. Tendean mengenyam sekolah dasar di Magelang, lalu melanjutkan SMP dan SMA di Semarang tempat ayahnya bertugas. Sejak kecil, ia sangat ingin menjadi tentara dan masuk akademi militer, namun orang tuanya ingin ia menjadi seorang dokter seperti ayahnya atau seorang insinyur. Karena tekadnya yang kuat, ia pun berhasil bergabung dengan Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD) di Bandung pada tahun 1958.Pada pagi tanggal 1 Oktober 1965, pasukan Gerakan 30 September (G30S) mendatangi rumah Nasution dengan tujuan untuk menculiknya. Tendean yang sedang tidur di ruang belakang rumah Jenderal Nasution terbangun karena suara tembakan dan ribut-ribut dan segera berlari ke bagian depan rumah. Ia ditangkap oleh gerombolan G30S yang mengira dirinya sebagai Nasution karena kondisi rumah yang gelap. Nasution sendiri berhasil melarikan diri dengan melompati pagar. Tendean lalu di bawa ke sebuah rumah di daerah Lubang Buaya bersama enam perwira tinggi lainnya. Ia ditembak mati dan mayatnya dibuang ke sebuah sumur tua bersama enam jasad perwira lainnya.


8.AIP Karel Satsuit Tubun
Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Satsuit Tubun (lahir di Maluku Tenggara, 14 Oktober 1928 – meninggal di Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 36 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang merupakan salah seorang korban Gerakan 30 September pada tahun 1965. Ia adalah pengawal dari J. Leimena.Karel Satsuit Tubun lahir di Tual, Maluku Tenggara pada tanggal 14 Oktober 1928. Ketika telah dewasa ia memutuskan untuk masuk menjadi anggota POLRI. Ia pun diterima, lalu mengikuti Pendidikan Polisi, setelah lulus, ia ditempatkan di Kesatuan Brimob Ambon dengan Pangkat Agen Polisi Kelas Dua atau sekarang Bhayangkara Dua Polisi. Ia pun ditarik ke Jakarta dan memiliki pangkat Agen Polisi Kelas Satu atau sekarang Bhayangkara Satu Polisi. Ketika Bung Karno mengumandangkan Trikora yang isinya menuntut pengembalian Irian Barat kepada Indonesia dari tangan Belanda. Seketika pula dilakukan Operasi Militer, ia pun ikut serta dalam perjuangan itu. Setelah Irian barat berhasil dikembalikan, ia diberi tugas untuk mengawal kediaman Wakil Perdana Menteri, Dr. J. Leimena di Jakarta. Berangsur-angsur pangkatnya naik menjadi Brigadir Polisi. Karena mengganggap para pimpinan Angkatan Darat sebagai penghalang utama cita-citanya. Maka PKI merencanakan untuk melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap sejumlah Perwira Angkatan Darat yang dianggap menghalangi cita-citanya. Salah satu sasarannya adalah Jenderal A.H. Nasution yang bertetangga dengan rumah Dr. J. Leimena. Gerakan itu pun dimulai, ketika itu ia kebagian tugas jaga pagi. Maka, ia menyempatkan diri untuk tidur. Para penculik pun datang, pertama-tama mereka menyekap para pengawal rumah Dr. J. Leimena. Karena mendengar suara gaduh maka K.S. Tubun pun terbangun dengan membawa senjata ia mencoba menembak para gerombolan PKI tersebut. Malang, gerombolan itu pun juga menembaknya. Karena tidak seimbang K.S. Tubun pun tewas seketika setelah peluru penculik menembus tubuhnya.

9.Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo
Brigjen Anumerta Katamso Darmokusumo (lahir di Sragen, Jawa Tengah, 5 Februari 1923 – meninggal di Yogyakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 42 tahun) adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia. Katamso termasuk tokoh yang terbunuh dalam peristiwa Gerakan 30 September. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara, Yogyakarta.


10. Kolonel Sugiono
Kolonel Anumerta R. Sugiyono Mangunwiyoto (lahir di Gedaren, Sumbergiri, Ponjong, Gunung Kidul, 12 Agustus 1926 – meninggal di Kentungan, Yogyakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 39 tahun) adalah seorang pahlawan Indonesia yang merupakan salah seorang korban peristiwa Gerakan 30 September.Kol. Sugiyono menikah dengan Supriyati. Mereka memiliki anak enam orang laki-laki; R. Erry Guthomo (l. 1954), R. Agung Pramuji (l. 1956), R. Haryo Guritno (l. 1958), R. Danny Nugroho (l. 1960), R. Budi Winoto (l. 1962), dan R. Ganis Priyono (l. 1963); serta seorang anak perempuan, Rr. Sugiarti Takarina (l. 1965), yang lahir setelah ayahnya meninggal. Nama Sugiarti Takarina diberikan oleh Presiden Sukarno.Ia dimakamkan di TMP Semaki, Yogyakarta.
 
 
Sumber : http://namapedia.blogspot.com/2014/02/10-nama-pahlawan-revolusi-yang-gugur.html

0 komentar:

Tolong Pak Anies, Sekolah SD di Karawang ini Ambruk dan para Siswa Terlantar

Jakarta - Sekolah SDN Sindang Sari, di Desa Waluya, Kecamatan Sukawaluya, Karawang, Jabar ini ambruk. Tiga ruang kelas luluh lantak saat angin besar datang.

Menurut saksi mata Nandang yang mengirimkan foto ke pasangmata.com, Kamis (6/11/2014) peristiwa ambruknya tiga ruang kelas SD ini terjadi pada Rabu (5/11) sore.

"Untung anak-anak sudah pada bubaran sekolah, jadi nggak ada korban," jelas Nandang.

Sekolah SD ini sudah lama memang mengalami kerusakan dan reyot. Tapi tak kunjung ada bantuan dari pihak Pemkab Karawang. Alhasil kini sekolah itu ambruk.

"Siswa sekarang belajar disatukan di satu kelas. Ya mudah-mudahan Mendikbud Pak Anies mau datang mengirim bantuan. Kasihan anak-anak," tutur Nandang.

Bagaimana Pak Anies, mungkin perlu blusukan ke Karawang?


Sumber : http://news.detik.com/read/2014/11/06/083325/2740364/10/tolong-pak-anies-sekolah-sd-di-karawang-ini-ambruk-dan-para-siswa-terlantar?nd772204btr

0 komentar:

Beda Nasib Tukang Sate yang Hina Jokowi dan Satpam yang Hina Prabowo

Jakarta - Tukang tusuk sate M Arsyad (23), harus berurusan dengan polisi gara-gara memasang gambar porno hasil editan wajah Joko Widodo dengan Megawati Soekarnoputri di facebook. Arsyad yang sempat depresi karena ditahan, segera bebas tak lama setelah mendapat penangguhan penahanan.

Adalah Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI yang memberikan bantuan hukum kepada Arsyad. Politisi Gerindra itu muncul di tengah kasus yang sedang mendapat sorotan media. Ia mendatangi rumah keluarga Arysad hingga Bareskrim Polri untuk membantu penangguhan penahanan.

"Saya datang sebagai wakil rakyat, saya concern terhadap anak ibu ini. Jangan sampai wong cilik mendapat kriminalisasi," kata Fadli di depan ibu kandung Arysad di Jl. H. Geni, Jaktim, Jumat (31/10) lalu.

Fadli Zon mengatakan akan menyiapkan pengacara dan menyampaikan penangguhan penahanan. Tiga hari berikutnya Senin (3/11), Arsyad atas pertimbangan hukum dari Polri akhirnya dibebaskan dan bisa kembali ke rumah. Dua hari sebelum itu, orang tua Arsyad sempat bertemu Presiden Joko Widodo ke istana untuk menyampaikan maaf atas ulah anaknya.

Lain Arsyad, lain lagi Brama. Tinggal ratusan kilometer jauhnya dari tempat Arsyad tinggal di Jakarta, Brama seorang satpam di Sidoarjo, Jawa Timur juga harus ditahan akibat tersandung kasus penghinaan dan pencemaran nama baik lantaran menulis status di facebook yang menghina Prabowo sambil mengaku anggota Brimob Polda Jatim.

"Kalau sampai negara ini dipimpin oleh pecatan kopasus, tak terpikirkan olehku. Takutnya kejahatan akan merajalela. Ya Allah aku hanya pengen hidup tenang, menangkan jokowi ya Allah, karena aku sangat yakin dengan kepemimpinannya jokowi kalau beliau bisa menjadi presiden RI". tulis Brama mengaku Bribda Candra Tanzil bertugas di Kompi 4 Den A Sat Brimobda Polda Jatim.

Kasus Brama kini tak kalah mendapat sorotan seperti Arsyad. Memang kasusnya berada dalam dua konteks, yaitu menghina Prabowo (UU ITE) dan mencemarkan nama institusi Polri saat Pemilu Presiden. Namun setali dua uang dengan orang tua Arsyad, Sulastri ibu Brama juga meratap menangis meminta anaknya dibebaskan. Apa kata Fadli Zon?

"Ini dua hal berbeda yang tidak bisa dibandingkan. Kalau kasus Arsyad kan dia wong cilik dan dilaporkan tim Jokowi. Kalau ini, kita nggak melaporkan kok," kata Fadli Zon saat dimintai tanggapan Rabu (5/11) kemarin.

Sulastri sudah menyampaikan permohonan ke Kasat Brimob atas ulah anaknya. Namun, polisi sudah menyerahkan semua proses persidangan ke pengadilan. "Kalau sudah proses persidangan itu kan kewenangan pengadilan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono, Rabu (5/11).

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/11/06/065039/2740311/10/beda-nasib-tukang-sate-yang-hina-jokowi-dan-satpam-yang-hina-prabowo

0 komentar:

Sidak, Menteri Hanif Lompat Pagar

JAKARTA- Menteri Tenaga Kerja M Hanif Dakhiri melakukan sidak ke penampungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) milik Perusahaan Swasta Elkari Makmur Sentosa di Jalan Asem Baris Raya, Gang Z, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2014).

Dalam sidak tersebut, Hanif sempat kesal dan marah dengan pengurus perusahaan jasa penyalur TKI tersebut. Bahkan, dia sempat melompat pagar untuk masuk ke lokasi tersebut.

"Ayo yang ada di dalam, buka pintunya! Kalau nggak dibuka saya kan loncat. Nama saya Hanif Dhakiri, saya menteri Tenaga Kerja," kata Hanif sambil berteriak.

Meski Hanif sudah berteriak, pintu tetap tak kunjung dibuka. Hanif yang kesal langsung melompati pagar untuk masuk ke dalam rumah.

Usai melompat, Hanif langsung meminta surat izin penampungan rumah TKI dan keterangan terkait keberadaan rumah ini kepada salah satu pegawai di sana.

Hanif menambahkan, lokasi penampungan TKI itu melanggar aturan karena tidak sesuai dengan standar aturan. "Saya akan tutup lokasi penampungan TKI ilegal ini. Namun jangan khawatir, mbak-mbak calon TKI ini tetap akan diberangkatkan ke luar negeri dengan cara disalurkan melali perusahaan lain yang lebih baik," kata Hanif.
Sumber : http://news.okezone.com/read/2014/11/05/337/1061480/sidak-menteri-hanif-lompat-pagar

0 komentar:

DPR Terbelah, Ini 5 Efek Samping untuk Bangsa dan Negara

Jakarta - Konflik kepentingan di DPR tak kunjung mereda. Sejumlah efek samping terhadap bangsa pun sudah dan akan mulai terasa jika jalan damai tak kunjung ditempuh.

Tak bisa dipungkiri DPR memegang peran penting terhadap jalannya pemerintahan. Seperti diketahui, DPR memiliki tiga fungsi, yaitu legislasi atau membuat undang-undang, penganggaran, dan pengawasan terhadap kinerja pemerintah.

Perselisihan berkepanjangan yang terjadi sekarang ini membuat fungsi-fungsi itu tak bisa berjalan dengan maksimal. Pembuatan Undang-undang tak bisa berjalan karena alat kelengkapan dewan belum terbentuk sempurna, begitu juga dengan penganggaran, dan tentunya pengawasan terhadap kinerja pemerintah juga tak maksimal.

Apa saja sebenarnya dampak buruk dari perpecahan di DPR, berikut ulasannya:

1. Kemitraan dengan Pemerintah Terhambat
Komisi-komisi dan alat kelengkapan dewan di DPR bermitra dengan pemerintah. Dualisme kepemimpinan dewan membuat kerja sama kemitraan denga pemerintah ini terhambat.

"Dampak terburuk, pembahasan terkait hubungannya dengan pemerintah tidak akan bisa jalan, karena sulit sekali untuk kuorum," kata mantan Ketua DPR Marzuki Alie kepada detikcom, Rabu (5/11/2014).

Dengan komposisi KMP vs KIH yang 5 fraksi versus 5 fraksi, kuorum akan sulit dicapai dalam rapat-rapat di DPR. Ada aturan bahwa rapat di DPR kuorum jika dihadiri oleh separuh lebih fraksi di DPR.

"Dikhawatirkan program-program pemerintah menjadi terhambat," ujar Marzuki.


2. Proses Seleksi Jabatan Publik Terbengkalai
DPR juga memiliki tugas untuk menyeleksi calon pejabat publik, seperti hakim Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, dan Komisioner KPK. Jika DPR belum bersatu, maka proses seleksi itu bisa tak bisa berjalan.

"Semua proses fit dan proper test tidak akan jalan, khususnya jabatan-jabatan publik yang diproses di DPR, tidak akan juga berjalan," kata mantan Ketua DPR Marzuki Alie saat berbincang dengan detikcom, Rabu (5/11/2014).

Paling dekat, DPR akan menyeleksi calon komisioner KPK. Sudah ada dua nama yang siap dibawa panitia seleksi ke DPR, yaitu Busyro Muqoddas dan Robby Arya Brata.


3. Anggaran untuk Kementerian Baru Belum Bisa Dibahas
Perpecahan di DPR juga berdampak pada anggaran untuk sejumlah kementerian dengan nomenklatur baru. Pembahasan anggaran sulit digelar karena DPR belum bersatu.

"Yang jelas untuk kementerian dengan nomenklatur baru ini kan tentu tidak bisa langsung bekerja, karena bagaimana pun ketika nomenklatur baru ada implikasi anggaran. Ini harus komunikasi dengan DPR," kata mantan Wakil Ketua DPR Sohibul Iman saat berbincang dengan detikcom, Rabu (5/11/2014).

Rapat pengambilan keputusan terhadap anggaran kementerian dengan nomenklatur baru itu bisa tak maksimal karena lima fraksi dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) tak mau ikut rapat. Bahkan, kuorum rapat pembahasan anggaran itu juga bisa dipertanyakan. Sebab, kedua kubu sama-sama memiliki lima fraksi. Sedangkan aturan kuorum mengharuskan rapat pengambilan keputusan dihadiri lebih dari separuh fraksi yang ada di DPR.


4. Pengawasan Terhadap Kinerja Pemerintah Jadi Tak Maksimal
Pengawasan terhadap kinerja pemerintah juga bisa tak maksimal. DPR bisa menghambat gerak cepat pemerintah karena fraksi-fraksi yang ada di dalamnya tak kunjung bersatu.

"Karena pengawasan bisa tak maksimal, jadi pemerintah juga tidak bisa berjalan dengan kecepatan normalnya," kata mantan Wakil Ketua DPR Sohibul Iman saat berbincang dengan detikcom, Rabu (5/11/2014).

Sohibul mencontohkan pengawasan program kartu-kartu 'sakti' yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi. Politikus PKS ini mengatakan DPR perlu mendalami program kartu-kartu itu dengan memanggil dan bertanya ke pemerintah. Namun mungkin pemanggilan itu belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena harus menyelesaikan konflik internal.

"Walaupun Pak Jokowi sudah melaksanakan program itu, dari pihak kami, DPR, menyimpan banyak pertanyaan, belum pernah dipresentasikan di sini tapi sudah dilaksanakan," ujar pria yang kini duduk sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR ini.

"Tapi karena ada dinamika seperti ini di DPR, jadi mungkin pemanggilan belum dalam waktu dekat," imbuhnya.


5. Gaji Tenaga Ahli dan Sespri Anggota DPR Belum Bisa Dibayar
Konflik kepentingan anggota DPR juga berdampak ke tenaga ahli dan sekretaris pribadi. Tenaga ahli dan staf di DPR mengaku belum menerima gaji. Banyak dari mereka yang mengalami kesulitan keuangan.

Sekjen DPR Winantuningtyastiti mengatakan tenaga ahli dan asisten pribadi DPR yang baru belum bisa direkrut lagi secara resmi. Perekrutan mereka erat kaitannya dengan kerja anggota DPR di Badan Legislasi.

"Tenaga Ahli dan Aspri selesai tugas 30 September sama dengan masa bakti anggota. Untuk diangkat lagi sesuai UU MD3, rekrutmen diatur dengan peraturan DPR yang sedang dibahas di Badan Legislasi," kata Winantuningtyastiti kepada detikcom melalui pesan singkat, Selasa (4/11) malam.

Badan Legislasi memang telah terbentuk, namun belum sempurna. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, anggota DPR dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) belum mau merapat, sehingga Badan Legislasi belum bisa membuat aturan ataupun mengambil keputusan. Para tenaga ahli dan asisten pribadi pun belum bisa diangkat lagi.

"Jadi bukan gajinya tidak dibayar, tapi memang belum diangkat lagi," tegasnya.

 Sumber : http://news.detik.com/read/2014/11/05/152933/2739835/10/6/dpr-terbelah-ini-5-efek-samping-untuk-bangsa-dan-negara#bigpic

0 komentar:

Terus Berseteru, Citra DPR Makin Terpuruk

Terus Berseteru, Citra DPR Makin Terpuruk    
 
JAKARTA - Politisi Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di DPR belum menemukan titik temu untuk berdamai. Konflik kepentingan tersebut berdampak pada semakin merosotnya citra parlemen.
 
Pengamat politik yang juga aktivis 98, Fadjroel Rahman gusar dengan buruknya pemandangan yang ditampilkan politisi di Senayan. Dia mengingatkan kepada politisi, jangan sampai masyarakat menilai DPR sudah tak ada gunanya lagi.

"Sehingga nantinya rakyat memaksa untuk penghapusan DPR dan yang terjadi adalah sebuah demokrasi yang otoriter, karena fungsi dari DPR sudah tidak ada lagi,” kata Fadjroel kepada Okezone, Rabu (5/11/2014).

Politisi DPR ribut saat sidang paripurna

Fadjroel menyarankan agar kedua kubu duduk bersama dan membahas kembali UUD MD3. Dia juga mengingatkan bahwa DPR punya tugas dan fungsi budgeting, pengawas kebijakan dan pembuatan undang-undang.

Seharusnya, lanjut dia, saat ini DPR sudah bekerja untuk rakyat, bukan memikirkan kepentingan golongan. Dia mengatakan, kisruh antarkoalisi berdampak pada belum turunnya gaji untuk beberapa wakil rakyat.

“Anggota DPR tidak perlu takut, haknya pasti dibayar ketika konflik ini sudah ada penyelesaiannya,” urainya.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2014/11/05/337/1061199/terus-berseteru-citra-dpr-makin-terpuruk

0 komentar:

Politikus PPP Ngamuk Banting Meja di Ruang Paripurna DPR

JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hasrul Azwar, melakukan aksi anarkis dengan membanting meja di dalam ruang sidang paripurna DPR.

Tindakan ini dilakukan Hasrul setelah pemimpin sidang menutup sidang paripurna dengan penetapan anggota komisi dan alat kelengkapan dewan.

Kisruh tersebut diawali ketika pemimpin sidang, Agus Hermanto, menyampaikan susunan anggota komisi dan alat kelengkapan dewan yang diserahkan oleh ketua fraksi versi Suryadharma Ali (SDA) dan diketok palu. Tarik ulur dan hujan interupsi pun terjadi terkait legitimasi penetapan anggota komisi dan alat kelengkapan dewan yang diserahkan.

Hingga akhirnya, pimpinan sidang lainnya, Fahri Hamzah, mengusulkan karena ada masalah internal di PPP maka susunan anggota komisi dan alat kelengkapan dewan PPP diberi tenggat waktu untuk di revisi dan sidang sedianya ditunda hingga Rabu 29 Oktober 2014.

Menurut Fahri, yang disampaikan pimpinan paripurna itu merupakan surat administrasi yang berasal dari setjen. Susunan anggota komisi dan alat kelengkapan dewan fraksi PPP juga ditanda-tangani oleh Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali. Terkait penyampaian oleh pimpinan itu dilakukan sesuai amanat Undang-Undang MD3 dan Peraturan Tata Tertib DPR.

"Kita tunda pemilihan alat kelengkapan dewan sampai besok pagi. Tapi, apa yang sudah dibacakan sah. Jika besok ada perubahan lain lagi," ujar Fahri dalam sidang paripurna DPR, Selasa (28/10/2014).

Usulan tersebut tidak bersambut lantaran hujan interupsi juga semakin berkecamuk. Anggota Fraksi PPP yang juga Ketua Fraksi PPP versi SDA, Epyardi, menyampaikan penolakannya atas penetapan Ketua Fraksi Hasrul Azwar sekaligus hasil Muktamar VIII di Surabaya yang mengukuhkan Romahurmuziy sebagai Ketua Umum PPP karena Muktamar yang sah sedianya pada 30 Oktober.

Terlebih dengan pernyataan Hasrul yang menyebut jika susunan anggota komisi dan alat kelengkapan dewan yang disampaikannya itu tidak sah. Beberapa saat kemudian, Hasrul kembali menyahut bahkan menyebutkan susunan terbaru dari DPP PPP versi Muktamar VIII Surabaya itu sah dan sudah disampaikan ke Kementerian Hukum dan HAM.

Hasrul kemudian maju ke meja pimpinan dan menyerahkan dua lampiran map yang diduga merupakan susunan DPP PPP hasil Muktamar VIII Surabaya, dan menyampaikan sesuatu kepada pemimpin, Agus Hermanto.

Namun, Agus justru langsung menutup sidang dan mengagendakan paripurna pada esok hari.

"Sidang kita tutup. Masih ada yang mau menyampaikan nama-nama anggota fraksinya? Kalau tidak ada kita tutup sidang ini. Tok," tutup Agus.

Hasrul yang masih berada di meja pimpinan tampak berang lantaran merasa tidak diakomodasi dan langsung turun dan ia langsung mengobrak-abrik meja anggota sidang paripurna. Hal ini sontak menarik perhatian dan menyarankan agar tidak perlu melakukan hal tersebut.

Sumber :  http://news.okezone.com/read/2014/10/28/337/1058021/politikus-ppp-ngamuk-banting-meja-di-ruang-paripurna-dpr

0 komentar:

Cerita Menteri Susi Soal Kepemilikan Pulau 'Susi' di Aceh

Jakarta - Sosok Susi Pudjiastuti semakin melejit setelah Presiden Jokowi mengamanahi dirinya menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Sebuah tugas yang awalnya banyak dicibir orang lantaran dirinya adalah pemilik maskapai Susi Air, bukan sebuah perusahaan kapal laut.

Latar belakang pendidikan Susi pun tak jarang dipandang sebelah mata karena hanya tamatan SMP dan tak lulus SMA. Bahkan dirinya langsung melakukan hal kontroversial saat diperkenalkan oleh Presiden Jokowi di Istana, yakni merokok.

Susi memang seorang perokok, tapi kini dirinya sudah mulai berhenti. "Saya sudah mulai berhenti," ujarnya di Gedung DPD, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2014).

Pada hari ini Susi memang cukup membuat heboh DPD RI. Para senator dibuatnya berdecak kagum atas gagasan yang terlontar. Kritikan pedas atas pengelolaan kelautan Indonesia saat ini sebanding dengan mereka yang menyabet gelar perguruan tinggi.

"Saya Rafli Kande, senator asal Aceh. Di tempat saya, Bu Susi ini terkenal dengan nama 'Kak Susi' karena dia punya pulau namanya Pulau Susi," ujar anggota Komite II DPD Rafli Kande dalam rapat bersama Susi.

Pulau Susi terletak di Simeulue, Nangroe Aceh Darussalam. Pulau itu merupakan buah kasih dari pemerintah setempat atas jasa Susi ketika menolong korban tsunami.

"Sampai sekarang saya tak merasa memiliki pulau tersebut. Memang waktu itu saya pernah membangun masjid di sana, kemudian saya diberikan pulau. Tapi saya tak pernah tinggal di pulau itu," ungkap Susi.

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/11/06/010527/2740271/10/cerita-menteri-susi-soal-kepemilikan-pulau-susi-di-aceh?991101mainnews

0 komentar:

Obama Ucapkan Selamat ke Partai Republik yang Menangkan Pemilu Sela

Washington - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, memberi ucapan selamat kepada Partai Republik yang berhasil memenangkan pemilu sela. Partai Republik berhasil menyapu beberapa kursi dalam pemilu tersebut. Presiden mengingatkan kepada mereka yang terpilih untuk menjaga kepercayaan rakyat.

"Partai Republik memiliki kemenangan yang baik dan mereka layak mendapatkan ini. Mereka telah melakukan kampanye dengan baik," ucap Presiden Obama dalam jumpa pers di Gedung Putih, AS, dilansir dari ABCnews, Kamis (6/11/2014).

Obama yang berasal dari Partai Demokrat mengatakan, agar para senat dan legislator terpilih bekerja keras demi rakyat AS. Obama meminta kepada mereka yang terpilih untuk menghilangkan ambisi masing-masing.

"Mereka mengharapkan bagi yang terpilih untuk bekerja keras. Mereka berharap kepada kita untuk menyatukan ambisi demi rakyat bukan demi pribadi kita. Kita harus lakukan itu!," ucap Obama.

Sebelum memberikan ucapan di depan publik, Obama dikabarkan sudah melakukan kontak langsung dengan pimpinan Partai Republik, Mitch McConnell. Obama telah menelepon McConnell pada Rabu malam waktu setempat.

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/11/06/053538/2740293/1148/obama-ucapkan-selamat-ke-partai-republik-yang-menangkan-pemilu-sela?991101mainnews

0 komentar:

Blusukan Para Menteri Harus Terlihat Hasilnya

Jakarta - Kebiasaan sejumlah menteri sidak dan blusukan diapresiasi sebagai langkah mendobrak pola kepemimpinan di kementerian saat ini. Apapun cara para menteri dalam memimpin, rakyat diminta bersabar agar melihat hasilnya.

"Blusukan ini sebagai shock therapy untuk bawahannya agar tak lagi ada laporan asal bapak senang. Tapi blusukan atau sidak ini tidak bisa seterusnya. Kalau 6 bulan ke depan masalah masih ada ya berarti tidak berhasil sepenuhnya," kata pengamat politik Arie Sudjito saat dihubungi, Kamis (6/11/2014).

Waktu 6 bulan itu menurutnya sudah cukup untuk membuat perubahan di tubuh kementerian terutama di tataran birokrat dan kebijakannya.

"Upaya membenahi birokrasi itu kan sudah lama tapi selama ini nggak efektif. Waktu 6 bulan penting harus ada paling tidak ada perubahan kecil," sambungnya.

Menurutnya, sidak dan blusukan ini harus diimbangi perbaikan SOP dan kultur bekerja di kementerian itu. Perubahan harus bisa dilakukan dari level eselon I hingga pelaksana teknis di lapangan.

"Ini harus berdampak sistemik dan konkrit," sambungnya.

Ia pun tak mempermasalahkan jika blusukan dan sidak ini dinilai sebagian orang sebagai langkah pencitraan si menteri. Ia meminta rakyat bersabar untuk melihat hasil kerja para menteri kabinet Jokowi-JK saat ini. Rakyat harus memperhatikan serta mengawal apa yang dilakukan, program dan kebijakan yang dikeluarkan karena berdampak luas dengan kelangsungan hajat hidup orang banyak.

"Nggak apa-apa (kalau pencitraan), nggak ada yang salah. Pencitraan kalau dilakukan dan berhasil tidak ada masalah. Kalau tidak ada perubahan itu baru masalah. Itu harus ada perombakan," ucapnya.

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/11/06/080200/2740343/10/blusukan-para-menteri-harus-terlihat-hasilnya?9911012

0 komentar:

Copyright © 2014 Indonesiaku