Danau Para Dewa yang Menyimpan Pesona Sekaligus Misteri


Danau Gunung Tujuh adalah danau yang indah dan unik di Indonesia. Danau ini berada di puncak Gunung Tujuh dan menjadi salah satu danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara dengan luas sekira 960 hektar, panjang 4,5 km, serta lebar 3 km. Ketinggian danau tersebut sekira 1,950 meter di atas permukaan laut. Lokasinya berada di Desa Pelompek, Kecamatan Ayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Karena letaknya di atas gunung, menjadikan suasana danau masih asri dan alami. Udara segar, panorama hijau, dan air danau yang jernih menyuguhkan keindahan yang mampu membuat Anda betah untuk berlama-lama menikmati pemandangannya. Selain sebagai tempat melepas penat dan bersantai, danau ini juga digunakan sebagai sumber mata pencaharian nelayan setempat.

Danau Gunung Tujuh adalah danau vulkanik nan menawan yang tercipta karena proses letusan gunung api yaitu Gunung Tujuh di Kabupaten Kerinci. Letusan gunung tersebut menyebabkan terbentuknya sebuah kawah besar yang kemudian terisi oleh air hujan sehingga membentuk sebuah danau. Danau Gunung Tujuh mengaliri beberapa sungai di Jambi, salah satu alirannya bermuara di Sungai Batanghari.

Danau gunung tujuh memiliki luas sekira 12.000 m² dan termasuk dalam wilayah Taman Nasional Kerinci Semblat sehingga di sini Anda berkesempatan untuk mendakinya selepas mengunjungi danau ini. 

Dinamai Danau Gunung Tujuh karena dikelilingi tujuh puncak gunung di sekitarnya. Gunung-gunung tersebut, yaitu: Gunung Hulu Tebo (2.525 meter), Gunung Hulu Sangir (2.330 m), Gunung Madura Besi (2.418 m), Gunung Lumut yang ditumbuhi berbagai jenis lumut (2.350 m), Gunung Selasih (2.230 m), Gunung Jar Panggang (2.469 m), dan Gunung Tujuh (2.735 m).

Keberadaan danau ini beriring dengan cerita legenda masyarakat setempat sebagai tempat berdiamnya kekuatan supranatural dari dua mahluk halus yang menjaganya yaitu Lbei Sakti dan Saleh Sri Menanti dengan pengikutnya yang berwujud harimau. Penuturan lain menceritakan bahwa danau ini dihuni sepasang naga. Naga jantan menghuni danau dan naga betina menghuni hulu sungainya. Masyarakat Kerinci mengenali Danau Gunung Tujuh sebagai Danau Sakti. Hal tersebut dikaitkan dengan air danau yang senantiasa bersih dimana dedaunan yang jatuh dari pohon di sekitar danau tidak nampak di airnya. Sering pula diceritakan terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba di danau ini. Sebagian warga sekitar menyebutnya danau ini dengan nama Danau Para Dewa yang menyimpan pesona sekaligus misteri.

Sumber : http://www.indonesia.travel/id/destination/724/danau-gunung-tujuh

0 komentar:

Danau Tondano

Danau Tondano adalah tujuan wisata yang terkenal di Provinsi Sulawesi Utara. Danau ini berada 600 meter di atas permukaan laut dan meliputi area seluas 4.278 hektar dan terletak di desa Remboken, sekitar 3 kilometer dari kota Tomohon atau 30 km dari Manado.
Danau Tondano dikelilingi oleh pegunungan setinggi 700 meter, yaitu Gunung Lembena,  Kaweng, Tampusu dan Masarang. Danau ini mencakup tiga kecamatan yaitu Eris, Kakas dan Remboken. Dari sisi danau, Anda dapat melihat dengan jelas Gunung Kaweng.
Danau Tondano memiliki daya tarik wisata yang disebut "Sumaru Endo" Remboken, dan Resor Wisata Bukit Pinus (dari Tondano menuju Toliang Oki). Dari sisi danau di Toliang Oki dan Tondano Pante Anda dapat melihat laut Maluku yang indah, di luar bukit Lembean. Biaya Masuk ke obyek wisata ini adalah Rp 4.000,00 ditambah asuransi.

Sumber : http://www.indonesia.travel/id/destination/77/danau-tondano

0 komentar:

Danau Singkarak

Sebuah gambar lukis panorama alam dari tahun 1905 menampilkan keindahan Danau Singkarak. Bukan dari tangan seorang pelukis melainkan oleh seorang peneliti yang saat itu sedang berada Hindia Belanda. Adalah Ernst Haeckel, naturalis  asal Jerman yang terkesima dengan indahnya panorama danau nan cantik ini sehingga ia pun seakan tak tahan untuk menuangkannya pada sebuah gambar lukis.


Danau Singkarak adalah sebuah danau kawah yang sangat besar di dalam pemandangan alam vulkanik yang dramatis. Tersebar di dua kabupaten, Solok dan Tanah Datar, danau besar dengan luas 1.000 hektar. Danau terluas di Sumatera dan danau terbesar kedua di pulau tersebut, setelah Danau Toba.
Sebuah dunia yang tenang, pemandangan menakjubkan dan spektakuler menanti di sini. Di sini Anda dapat merangkul keindahan alam Indonesia yang sangat terkenal. Keindahan Danau Singkarak sudah tersebar sejak 1905 saat seorang naturalis bernama Ernst Haeckel mengenalkannya dalam sebuah buku biology. Ernst Haeckel terkesima dengan indahnya panorama danau nan cantik ini sehingga ia pun seakan tak tahan untuk menuangkannya pada sebuah gambar lukis.
Danau Singkarak terkenal dengan ikan Bilih nya yang merupakan spesies ikan yang hanya hidup di danau ini saja. Ikan ini sangat unik karena tidak dapat bertahan hidup di mana saja, bahkan di dalam akuarium  kecuali di Danau Singkarak.
Di Danau Singkarak hidup lebih dari 19 jenis ikan dan yang istimewanya adalah ikan bilih (Mystacoleucus padangensis). Ikan tersebut sulit dibudidayakan di luar Singkarak dan bila dipaksakan pun rasanya akan berbeda, bahkan sekalipun dengan dibudidayakan dalam jala terapung yang ada di Danau Singkarak. Olahan ikan bilih biasanya digoreng kering atau dicocol dengan sambal hijau. Pastikan Anda membeli oleh-oleh ikan bilih yang telah digoreng kering dalam bungkusan untuk dibawa pulang.

Sumber : http://www.indonesia.travel/id/destination/466/danau-singkarak

0 komentar:

Danau Poso, Keindahan Istimewa di Jantung Sulawesi

Danau Poso memiliki keunikan karena memiliki pasir berwarna kuning keemasan dan gelombang airnya mirip seperti di laut. Perhatikan bagaimana air danaunya berwarna hijau di pinggir dan di tengah berwarna biru.

Bagi Anda yang penat dengan rutinitas kota maka suasana tenang dengan pemandangan asri dan udara segar mungkin menjadi hal yang sangat dirindukan. Ambillah waktu libur untuk mengembalikan semangat pikiran Anda dengan mengunjungi keindahan Danau Poso, di Kota Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Anda juga dapat memilih pintu masuk lainnya  seperti melalui Kota Pintolo.

Danau Poso adalah danau terbesar ketiga di Indonesia setelah Danau Toba di Sumatera Utara dan Danau Singkarak di Sumatera Barat. Danau Poso juga merupakan salah satu danau terdalam dan terindah di Indonesia. Danau ini berada di ketinggian 657 meter di atas permukaan laut dan membentang dari utara ke selatan seluas 32.000 Ha dengan kedalaman mencapai 510 meter.

Danau Poso memiliki pemandangan menawan dengan perbukitan dan hutan yang memagarinya. Udara sejuk di kawasan ini pastinya akan membawa kesegaran pikiran dan perasaan. Amati bagaimana air danau ini yang sangat jernih meskipun terjadi banjir pada sungai-sungai yang bermuara ke danau ini. Bahkan ada yang menyebut airnya jernih danau ini adalah sepanjang masa meskipun saat musim hujan tidak membuat airnya menjadi keruh.

Selain itu, Danau Poso memiliki keunikan lain, yaitu airnya yang berada di tepi danau berwarna hijau sedangkan di tengah danau berwarna biru. Di danau ini masyarakat setempat kadang melihat cahaya seperti lampu yang berpindah-pindah. Itu diyakini sebagai mata dari seekor naga penjaga Danau Poso.

Jika Anda seorang pecinta alam maka pastinya kunjungan ke Danau Poso menjadi pilihan yang menarik karena kawasan ini dikelilingi perbukitan yang ditumbuhi tanaman cengkeh. Saat cengkeh berbunga di bulan Juni hingga November maka akan mengeluarkan aroma harum bunga cengkeh yang khas.

Selain mengundang wisatawan, danau ini juga telah menarik minat peneliti dan investor yang tertarik mengembangkan perikanan di tempat ini. Di Danau Poso hidup sejenis ikan sidat (sogili) yang terbesar di dunia. Di kawasan ini juga terdapat pelestarian tanaman angrek terbesar di Indonsia dimana salah satunya adalah angrek hitam.

Sumber : http://www.indonesia.travel/id/destination/733/danau-poso

0 komentar:

Danau Sentani, Papua

Perjalanan ke Papua bisa sangat menyenangkan dengan berkunjung ke Danau Sentani, danau ini memiliki pemandangan yang indah di atas kilauan air, terletak di dekat Jayapura, ibu kota Papua. Keheningan air akan membuat Anda merasa damai seperti berada di surga. Dengan merangkul Pegunungan Cyclops di sebelah utara dan tumbuhan subur sebagai latar belakang yang indah dan melindungi 24 desa yang betengger sekitar danau menjadikan danau ini sangat indah dan unik. Orang-orang di sini ramah dan kreatif, hasil kerajinan tangan mereka merupakan yang terbaik di tanah Papua.

Menaiki perahu di danau merupakan pengalaman yang indah, Anda bisa menyewa perahu bermotor di salah satu desa. Merasakan hembusan angin membelai kulit dan rambut Anda ketika melaju di danau, mengabadikan rumah-rumah panggung dan berkenalan dengan penduduk setempat hanya bisa Anda dapatkan dan rasakan di danau ini.

Danau Sentani dan sekitarnya dahulu merupakan tempat pelatihan untuk pendaratan pesawat amfibi. Landasan ini dibangun oleh Jepang yang kemudian diambil alih oleh Angkatan Darat AS pada tahun 1944. Legenda perang Amerika, Jenderal McArthur dikatakan pernah tinggal di danau dan di 22 pulau di dalamnya.

Hidup sebagai nelayan dan lokasinya yang dekat dengan ibu kota provinsi, adalah alasan mengapa sebagian besar penduduk sekitar danau terbuka pada pengunjung. Rumah panggung dengan kolam dan jaring adalah pemandangan umum di danau. Danau ini merupakan rumah bagi setidaknya 33 jenis ikan, yang hampir separuh dari mereka adalah asli danau ini. ikan gergaji (Pristis Microdon) merupakan ikan asli danau ini, namun kini diperkirakan sudah punah. Ikan ini merupakan salah satu ornamen adat pada kerajinan kayu Sentani.


Sumber : http://www.indonesia.travel/id/destination/473/danau-sentani

0 komentar:

Danau Towuti, Terbesar di Sulawesi Selatan

Danau Towuti merupakandanau terbesar di Sulawesi Selatan dan juga merupakan danau air tawar terbesar kedua se-Indonesia setelah Danau Toba di Sumatera Utara. Danau yang memilikikedalaman maksimal 203 meter ini berada di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Danau Towuti sendiri berada dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Towuti, yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi Sulawesi Selatan yang berada di bawah Departemen Kehutanan Republik Indonesia.

Danau seluas 56.000 hektar ini berjarak sekitar 620 kilometer dari Kota Makassar, Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan dengan rute Makassar – Parepare – Palopo – Masamba – Malili – Timampu – TWA. Danau Towuti. Kondisi jalannya relatif bagus dan bisa ditempuh dalam waktu 12 - 13 jam.

Danau Towuti
Fungsi lain dari danau tektonik ini selain sebagai objek wisata yaitu sebagai jalur penyeberangan yang menghubungkan Propinsi Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Tenggara.

Matahari Terbit
Pemandangan di danau Towuti begitu indah dengan air yang berwarna biru dengan latar perbukitan, apalagi bila mengunjungi danau ini saat matahari terbit atau terbenam begitu mempesona. Di danau ini terdapat 14 jenis ikan air tawar endemik Sulawesi yaitu Crocodylus Porosus dan Hydrosaurus Amboinensis. Sehingga jangan lupa membawa peralatan memancing bila berkunjung ke danau ini. Selain memancing, danau ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan wisata air yang dipadukan dengan kegiatan wisata minat khusus, seperti hiking dan lain sebagainya.

Peta Danau Towuti
Di tengah danau yang berada pada ketinggian 293 meter dpl ini terdapat beberapa pulau, pulau terbesar bernama Pulau Loeha yang merupakan habitat dari beberapa jenis fauna. Sumber air danau Towuti sendiri berasal dari beberapa mata air dan catchment area di sekitarnya yang masuk ke dalam danau melalui 26 sungai/anak sungai.

Pada beberapa bagian kawasan danau Towuti ini terdapat hamparan padang yang ditumbuhi oleh rerumputan (Poaceae) dan merupakan habitat Cervus timorensis. Hidup secara alami jenis Manilkara fasciculata namun banyak diekploitasi karena keindahan kayu, ketahanan dan permintaan pasar yang tinggi untuk tujuan ekspor. Kawasan ini merupakan habitat alami dari beberapa jenis mamalia besar.

Sumber : http://balibackpacker.blogspot.com/2012/10/danau-towuti-terbesar-di-sulawesi.html

0 komentar:

Danau Labuan Cermin, Keajaiban Dua Rasa

Pernah mendengan tentang danau yang mempunyai dua rasa dan bening laksana kaca? Kalau belum datang saja ke Danau Labuan Cermin!
Danau Labuan Cermin terletak di Desa Labuan Kelambu di Kecamatan Biduk-biduk Kalimantan Timur yang bisa ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 6 sampai 7 jam dari ibukota Kabupaten Berau, Tanjung Redeb. Untuk mencapai Berau sendiri ada beberapa cara seperti yang biasa dilakukan untuk mencapai Kepulauan Derawan. Memang biasanya wisatawan yang kesini biasanya terlebih dahulu mengunjungi surga bawah laut di Kepulauan Derawan.
Ikan-ikan kecil
Pagi pertama saya di biduk-biduk disambut oleh sinar matahari yang terlihat malu-malu di ufuk timur, segera setelah sarapan ikan bakar segede telapak tangan seperti yang saya ceritakan di tulisan sebelumnya, (Tamu Pertama di Penginapan Sivia, Biduk-biduk) saya melaju perlahan  dengan motor yang dipinjamkan oleh pemilik penginapan.
Mengikuti papan petunjuk danau Labuan Cermin, saya masuk ke sebuah jalan tampaknya baru saja disemen, hampir saja terlewatkan ketika tiba di sebuah jembatan karena spanduk informasi yang ada sudah tampak kusam, robek di sana-sini dan tulisannya hampir tidak terbaca lagi.
Pintu Masuk ke Danau
Sambil menunggu perahu, saya berbincang-bincang dengan ibu pemilik toko yang saya singgahi, rupanya dia menyewakan ban dalam untuk pelampung dan alat utuk snorkeling. Bahkan beliau juga sempat curhat tentang persaingan yang tidak sehat oleh salah satu pemilik kapal. Dia melarang menumpang untuk menyewa ban dengan beliau karena dia juga mempunyai 3 ban sewaan di dalam danau.
Bermain di air bening
Rupanya memang benar yang dikeluhkan ibu tersebut, saya sendiri mendengar ketika ada yang ingin menyewa ban dia berkata, “Tidak usah saja menyewa di sini, di dalam juga saya juga punya ban untuk disewakan”.
“Tuh kan dengar sendiri” kata ibunya. Saya hanya tersenyum, situasi sebenarnya berbeda seandainya dia hanya menyarankan kepada tamu yang datang untuk memilih menyewa di sini atau didalam, tidak dengan melarang.  Miris memang, keserakahan kadang bisa membutakan manusia.
Danau Labuan Bermin
Setelah perahu kedua datang sayapun segera naik karena bertepatan dengan ada satu rombongan keluarga yang datang. Hanya ada dua perahu yang biasa mengantarkan para wisatawan disini, setelah mengantarkan tamu ke danau mereka kembali lagi ke jembatan unntuk menunggu menumpang yang ingin menuju danau, setelah itu baru mereka menjemput tamu yang berada didalam.
Begitu perahu meninggalkan jembatan titik pemberangkatan perahu langsung berhadapan dengan arus deras dari dalam karena bertepatan dengan air yang mulai surut. Setelah lewat di bawah jembatan besi kita akan memasuki sebuah laguna yang tidak telalu dalam, hingga dasarnya terlihat dengan jelas.
Tak jauh memang perjalan menuju danau dua rasa ini, sekitar 15 menit perjalanan setelah melalui jalan masuk yang dihalangi oleh pipa sumber air bersih yang menghalangi perahu untuk masuk ke danau ketika air pasang, kita akan masuk ke sebuah danau dengan airnya yang berwarna biru kehijauan.
Danau Dua Rasa
Ada sebuah rakit yang telah dibuat untuk para wisatawan berganti pakaian dan duduk-duduk sebelum masuk kedalam air. Saya mencoba untuk mencelupkan tangan dan mengecapnya dengan lidah saya,
Ah, tawar.
"Dibawah om yang asin, kalau diatas biasa aja airnya" bilang seorang anak disamping saya.
Itulah yang pertama kali saya lakukan ketika pertama kali sampai di sebuah danau berair sebening kaca ini, tak heran orang-orang menamainya dengan Danau Labuan Cermin. Selain airnya yang jernih danau yang tak lebih luas dari lapangan bola  ini juga mempunyai keunikan yang tidak dimiliki oleh danau biasa lainnya, yaitu kandungan air yang berada di dalamnya. Air laut dan air tawar hidup rukun berdampingan bagaikan dipisahkan oleh kaca yang tak terlihat oleh mata.
Sayapun teringat sebuah ayat dalam Al-quran yang berbunyi " Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi "  (QS. Al-Furqan: 53). Di sana sudah dijelaskan dengan gamblang bahwa takkan tercampur air asin dan air tawar, yang mana Al-quran tersebut sudah diturunkan bahkan sebelum ada tekhnologi untuk menyelam labih dalam.
Cahaya tembus sampai dasar
Berenang kesana kemari di dalam air jernih yang menyegarkan tidak cuma menyegarkan badan, tapi juga fikiran saya setelah perjalanan jauh yang saya tempuh untuk sampai kesini. Menikmati setiap momen berendam di dalam air yang dingin, melihat ikan-ikan yang berenang dengan jinak merupakan yang disebut “Real Holiday”.
Bermodalkan masker dan fin yang disewa saya mencoba untuk berenang ke sisi lain danau ini. Namun bayangan akan makhluk air dengan giginya yang tajam mencabik-cabik paha mulus berbikini dalam film “Piranha” membuat saya membalikan badan, memang film-film sejenis yang membuat image hewan seperti hiu yang sebenarnya tidak akan menggangu manusia jika tidak diganggu, bahkan cendrung takut dan menghindar apabila bertemu dengan manusia menjadi sangar.
Berkeliling dengan perahu
Gerombolan ikan tampak berenang dengan bebasnya diantara kayu-kayu yang tenggelam dalam air, saya coba beberapa kali menyelam untuk merasakan perbedaan air di dalam danau tersebut. Teman kecil saya juga menyelam ke dasar danau untuk mengisi botol dengan air asin yang berada dibagian bawah untuk sekedar membuktika kepada yang lain yang yang tidak bisa menyelam.
Matahari mulai bersinar terik tepat di atas ubun-ubun ketika kami mulai meninggalkan danau ini, nahkoda kita harus begerak lincah untuk mencari bagian air yang lebih dalam agar haluan perahu kita tidak menyentuh dasar air.
Sebenarnya masih banyak potensi lain yang dimiliki oleh Kecamatan Biduk-biduk, hanya saja sayang masih belum digarap dan dikelola dengan baik. Garis pantainya yang membentang sepanjang jalan mempunyai pantai yang putih bersih dilengkapi dengan pohon nyiur yang melambai seakan memanggil untuk untuk memasang hammock ke batangnya sambil menikmati air kelapa muda langsung dari pohonnya.
Pantai idaman di Biduk-biduk
Selain itu masih ada Teluk Sulaiman yang mempunyai lanskap dikelilingi oleh perbukitan hijau, air tejun , muara sungai yang berarus deras bahkan sebuah pulau yang katanya mempunyai pemandangan bawah laut dengan terumbu karang yang indah.
Sayangnya saya tidak punya waktu untuk mengeksplore lebih jauh potensi tersembunyi yang dimiliki oleh Biduk-Biduk. Pesan “Jangan lupa datang lagi ke sini ya” dari ibu pemilik penginapan seakan-akan pertanda bahwa suatu saat saya akan kembali lagi ke tempat ini.
Sumber : http://www.backpackerborneo.com/2013/08/danau-labuan-cermin-keajaiban-dua-rasa.html

0 komentar:

Danau Di Tengah Laut

Asal Terbentuknya Danau Kakaban

Danau yang terletak di pulau Kakaban tidak seperti danau-danau pada umumnya.
Pada mulanya danau itu merupakan laguna dari sebuah atol, yang terbentuk dari karang lebih dari 2 juta tahun yang lalu. Pada jaman itu telah terjadi proses pengangkatan selama beberapa ribu tahun, yang membuat terumbu karang di sekelilingnya naik di atas permukaan laut. Lima kilometer persegi air laut terperangkap di dalam pematang dengan ketinggian 50m, menjadikan area tersebut danau air laut. Danau tersebut dikelilingi oleh pohon-pohon bakau dan disekeliling pulau itu sendiri tertutup oleh pepohonan yang lebat. Bagian garis pantai Pulau Kakaban yang menghadap laut dikelilingi oleh terumbu karang yang menurun curam.
Mengapa Danau Kakaban Unik?

Jenis-jenis makhluk hidup yang ditemukan di Danau Kakaban pada dasarnya adalah jenis yang hidup di air laut seperti alga laut, anemon laut, ubur-ubur, spons, ketimun laut atau teripang, kepiting, dan Jenis-jenis ikan kecil lainnya. Selama beribu-ribu tahun mereka telah beradaptasi dan menyesuaikan diri hidup di dalam lingkungan air payau yang terisolasi karena air laut, yang tampaknya dapat masuk ke danau melalui celah-celah batuan pada sekeliling karang telah terbaur dengan air hujan. Tidak ditemukan saluran yang besar atau gua yang dapat menghubungkan keduanya. Oleh karena itu, tidak ada hewan besar yang dapat masuk atau keluar dari dalam danau selama beribu-ribu tahun.

Ilmuwan-ilmuwan bidang kelautan masih mencoba memecahkan misteri bagaimana sebuah ekosistem danau yang terisolasi dan rentan dapat mencukupi kebutuhan komunitas hewan dan tumbuhan yang hidup di dalamnya. Satu-satunya danau terkenal yang serupa dengan Danau Kakaban hanya ditemukan di Palau, sebuah negara kepulauan di Mikronesia, dengan spesies yang lebih sedikit apabila dibandingkan dengan Kakaban.
Jenis Hewan dan Tumbuhan di Danau Kakaban

Banyak sekali spesies makhluk hidup yang ditemukan di Danau Kakaban. Terdapat kira-kira tiga spesies alga hijau Halimeda menutupi area dasar danau yang dangkal, dan pada akar pohon-pohon bakau terdapat beberapa tunikata, spons, cacing tabung, kerang setangkup, udang-udangan, anemon laut, teripang, beberapa jenis ular laut, ikan kardinal, dan sedikitnya lima jenis ikan gobi. Beberapa spesies makhluk hidup lainnya belum dapat teridentifikasi. Danau ini diperkaya oleh empat jenis ubur-ubur (Cassiopeia ornata, Mastigias papua, Aurelia aurita dan Tripedalia cystophora), dibandingkan dengan hanya dua jenis-jenis yang ditemukan di Palau.

Cassiopeia atau "ubur-ubur terbalik" dapat ditemukan berbaring di dasar danau yang dangkal untuk mendapatkan sinar matahari guna memproses makanannya. Satu lagi yang menarik yang dapat ditemukan di Danau Kakaban, yaitu anemon pemakan ubur-ubur. Anemon ini berwarna putih karena telah kehilangan symbiosisnya dengan alga hijau (zooxanthellae). Anemon ini memakan ubur-ubur yang berenang terlalu dekat dengannya sehingga tentakelnya terjerat.
Potensi ekonomi

Kakaban akan menarik perhatian turis-turis mancanegara dengan keunikannya. Sebagai contoh, Danau ubur-ubur yang terdapat di Palau didatangi oleh lebih dari 30.000 pengunjung/turis per tahun meskipun Palau hanya berpenduduk sebanyak 15.000 orang yang mendiami wilayah seluas 487 km2 (bandingkan dengan Kabupaten Berau yang berpenduduk 99.738 orang pada tahun 1996 dan memiliki wilayah seluas 24.201 km2). Apabila Danau Kakaban dapat menarik 10 % saja dari jumlah pengunjung yang datang ke Palau per-tahunnya, dan biaya masuknya dikenakan sebesar US$ 7 per orang, maka jumlah pendapatan yang akan masuk ke pemerintah setempat yaitu kira-kira sebesar US$ 21.000 atau 172 juta rupiah per tahun belum termasuk keuntungan finansial lainnya yang didapat melalui fasilitas transportasi, penginapan, dan pajak pendapatan dari pengelola wisata dan badan jasa lainnya.

Seperti halnya dengan laut sekelilingnya, organisme di dalam danau Kakaban juga mungkin memiliki zat-zat dengan fungsi obat-obatan, yang terancam hilang sebelum kita mengetahuinya. Perencanaan pengelolaan yang terintegrasi merupakan sarana yang sangat penting untuk mengatur aset nasional ini secara efisien dan berkesinambungan. Aktifitas pembangunan yang bertujuan jangka pendek dapat membahayakan pembangunan di masa depan dan pendapatan ekonomi seluruh daerah.
Ancaman

Sehubungan dengan potensi pariwisata yang dimiliki, Danau Kakaban dapat terancam apabila tindakan pencegahan tidak dilakukan sejak dini. Ancaman ini dapat berupa dampak yang merusak dengan adanya pariwisata yang tidak terkendali yang menyebabkan polusi, peningkatan sedimentasi, dan kerusakan fisik yang disebabkan oleh pengunjung yang berenang di danau, penggunaan mesin-mesin tempel di danau mengakibatkan terganggunya habitat, punahnya spesies, dan pada akhirnya akan berakibat menurunnya potensi pariwisata. Beberapa aktifitas yang sekarang sedang dilakukan untuk membangun sarana pariwisata di Kakaban yang dapat menimbulkan pengaruh buruk pada lingkungan di sana yaitu:

 Kayu yang digunakan untuk membangun penghinapan dan jalan sepanjang 147 m ditebang di hutan Kakaban, dekat dengan danau.
 Dua buah kapal yang dioperasikan dengan mesin tempel, dibuat di sana untuk membawa turis keliling danau dan untuk menampung persediaan air.
 Menurut berita yang terdengar, sebanyak 70 penyu sisik telah dilepas ke dalam danau. Penyu sisik bukan merupakan bagian dari ekosistem danau sehingga dapat menimbulkan ancaman tersendiri bagi keseimbangan organisme-organisme yang hidup di dalamnya, dan juga ancaman bagi pariwisata karena penyu sisik makan spons dan makhluk lainnya yang hidup di akar pohon bakau, yang menjadi atraksi bagi fotografer bawah laut dan juga orang-orang yang berenang.
 Sampah-sampah juga ditemukan dekat jalan dan di daerah yang sedang dibangun. Penanggulangan limbah sebaiknya mendapat perhatian yang khusus untuk mencegah polusi yang disebabkan oleh limbah.
 Jumlah pengunjung yang tidak terkendali tanpa pengaturan yang jelas dan tanpa adanya pembagian wilayah untuk pemakaian yang berbeda di danau akan berdampak pada kerusakan fisik yang sangat cepat pada komunitas hewan dan tumbuhan yang hidup di daerah danau yang dangkal. Pengalaman di Palau menunjukkan betapa cepat dampak negatif dapat terjadi dan oleh karenanya dibuat peraturan yang melarang pemakaian "sepatu katak " (fin) di danau guna mengurangi terjadinya kerusakan.
Solusi

Seiring dengan berkembang pesatnya jumlah wisatawan yang datang, dampak negatif yang ditimbulkan akan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.Untuk mempertahankan penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan perlindungan akan aset nasional dalam jangka panjang, maka pengelolaan sumber daya alam secara terpadu merupakan aspek yang paling penting.

Apabila ada yang ingin melakukan pengelolaan pariwisata, penting untuk melaksanakan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) atau pengkajian dampak lingkungan dalam rangka memastikan dampak-dampak dari pembangunan resort dan konstruksi. Pertanyaan-pertanyaan seperti daya tampung, pembagian jatah dan skema zonasi harus terjawab, sebelum dampak buruknya sudah semakin nyata. Pembagian wilayah (zonasi) akan menjadi metode yang paling sesuai untuk diterapkan dalam mengatur Kakaban.

Metode ini membagi wilayah-wilayah untuk penggunaan yang berbeda (daerah khusus untuk ekowisata, daerah khusus untuk penelitian, daerah yang dilindungi, dll) sehingga kelestarian dari wilayah ini akan tetap terjaga. Pembangunan fasilitas untuk pariwisata di pulau-pulau sekeliling Kakaban dan pembangunan sistem pembatasan jumlah pengunjung dalam waktu tertentu (kuota) dapat menjamin keuntungan jangka panjang bagi pihak-pihak terkait di tingkat regional, propinsi, nasional, dan internasional.

Sumber : http://www.terangi.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=25%3Akakaban-danau-di-tengah-%20laut&catid=13%3Asains&Itemid=2&lang=id

0 komentar:

Danau Pagaralam

Danau Pagaralam

Introduksi

Danau yang satu ini lain daripada yang lain. Bila biasanya air danau berwarna jernih, hijau atau biru maka di Danau Pagaralam ini airnya berwarna merah darah. Danau Pagaralam berlokasi di perbukitan Raje Mandare, di perbatasan antara Kota Pagaralam dan Kaur, Propinsi Bengkulu.
Danau seluas 6 hektar ini ditemukan pada tahun 2010 oleh masyarakat sekitar dan sempat membuat heboh karena warna airnya yang tak biasa itu. Ada hal unik mengenai air danau ini. Walau berwarna merah darah, namun saat kita mengambil airnya dengan tangan atau wadah maka airnya berwarna seperti air pada umumnya. Menurut warga sekitar, pada malam hari di lokasi sekitar danau ini akan tercium aroma pandan.
Keunikan lain yang ditawarkan Danau Pagaralam tidak hanya sebatas itu. Satwa yang ada di sekitar Danau Pagaralam pun juga mempunyai keunikan tersendiri, seperti ditemukannya kelabang raksasa dengan lebar 30 cm dan panjang 50 cm, kerbau memiliki sarang lebah di telinganya, beberapa burung terlihat memiliki ukuran yang cukup besar. Walaupun mempunyai penampakan yang tidak lazim, namun hewan-hewan tersebut tampak jinak.
Di sekitar danau terdapat banyak sisa-sisa bangunan yang diyakini sebagai sisa candi dari sebuah kerajaan di masa lampau. Hingga saat ini masih berlanjut penelitian yang dilakukan oleh para arkeolog mengenai hal tersebut.
Keberadaan obyek wisata yang menawarkan keunikan dan kemistisan ini patut kamu kunjungi bagi kamu yang menyukai tantangan. Kenapa? Karena lokasi Danau Pagaralam tergolong sangat sulit ditempuh. Persiapkan fisik dan perlengkapan sebelum menuju Danau Pagaralam. Sebaiknya membawa rekan yang berpengalaman dalam menjelajah hutan jika kamu sama sekali belum berpengalaman dalam menjelajah hutan karena untuk mencapai Danau Pagaralam kamu harus menyusuri hutan yang panjang.
Sumber : http://www.utiket.com/id/obyek-wisata/bengkulu/241-danau_pagaralam.html

0 komentar:

Tari Topeng Cirebon

Tari topeng Cirebon adalah salah satu tarian di tatar Parahyangan. Tari Topeng Cirebon, kesenian ini merupakan kesenian asli daerah Cirebon, termasuk IndramayuJatibarangLosari, dan Brebes. Disebut tari topeng, karena penarinya menggunakan topeng di saat menari. Tari topeng ini sendiri banyak sekali ragamnya, dan mengalami perkembangan dalam hal gerakan, maupun cerita yang ingin disampaikan. Terkadang tari topeng dimainkan oleh satu penari tarian solo, atau bisa juga dimainkan oleh beberapa orang.

Jenis

Salah satu jenis lainnya dari tari topeng ini adalah tari topeng kelana kencana wungu merupakan rangkaian tari topeng gaya Parahyangan yang menceritakan ratu Kencana wungu yang dikejar-kejar oleh prabu Minakjingga yang tergila-tergila padanya. Pada dasarnya masing-masing topeng yang mewakili masing-masing karakter menggambarkan perwatakan manusia. Kencana Wungu, dengan topeng warna biru, mewakili karakter yang lincah namun anggun. Minakjingga (disebut juga kelana), dengan topeng warna merah mewakili karakter yang berangasan, tempramental dan tidak sabaran. Tari ini karya Nugraha Soeradiredja.

Perkembangan

Gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab, merupakan ciri khas lain dari tari topeng.
Kesenian Tari Topeng ini masih eksis dipelajari di sanggar-sanggar tari yang ada, dan masih sering dipentaskan pada acara-acara resmi daerah, ataupun pada momen tradisional daerah lainnya.
Salah satu maestro tari topeng adalah Mimi Rasinah, yang aktif menari dan mengajarkan kesenian Tari Topeng di sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah yang terletak di desa Pekandangan, Indramayu, Indramayu. Sejak tahun 2006 Mimi Rasinahmenderita lumpuh, namun ia masih tetap bersemangat untuk berpentas, menari dan mengajarkan tari topeng hingga akhir hayatnya, Mimi Rasinah wafat pada bulan Agustus 2010 pada usia 80 tahun.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Topeng_Cirebon

0 komentar:

PROSES PENCARIAN PESAWAT AIRASIA QZ8501

UPDATE TERKINI PROSES PENCARIAN PESAWAT AIRASIA QZ8501
Selasa, 13 Januari 2015
05.06 WIB: Kotak hitam, atau dikenal dengan black box dari pesawat AirAsia QZ8501 berhasil diangkat dari dasar laut. Kotak hitam yang baru diangkat tersebut berupa perekam data penerbangan, atau disebut dengan FDR (Flight Data Recorder). Alat ini diangkat sekitar pukul 07.15 WIB, dan dibawa ke Jakarta untuk diunduh isinya oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dari Pangkalanbun, Kalimantan Tengah.



08.03 WIB: Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyatakan, Panglima TNI Jenderal Moeldoko tak perlu ikut terjun langsung dalam proses evakuasi pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang di sekitar perairan Selat Karimata. Menurutnya, tugas itu sudah diemban oleh Basarnas dan tim gabungan lain yang menangani proses evakuasi tersebut.

10.04 WIB: Cockpit Voice Recorder (CVR) dikabarkan sudah berhasil diangkat. Dugaan ini mencuat setelah kedatangan Jonan ke Lanud Iskandar. Dikabarkan pula Panglima TNI Jenderal Moeldoko akan kembali datang untuk membawa CVR, seperti yang dilakukannya kemarin saat membawa FDR black box dari KRI Banda Aceh ke Lanud Iskandar dan membawanya ke Jakarta.


Senin, 12 Januari 2015
11.45 WIB: Saat membuka sidang paripurna, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto mengajak anggota dewan berdoa bersama untuk korban pesawat AirAsia QZ8501 dan longsor di Banjarnegara. Sidang ini merupakan yang pertama digelar setelah satu bulan reses dengan agenda pembukaan masa sidang II tahun sidang 2014-2015.

Sidang paripurna ini dihadiri 303 anggota. Di antaranya PDIP 65 anggota, Partai Golkar 50 anggota, Gerindra 43 anggota, Demokrat 47 anggota, PAN 22 anggota, PKB 18 anggota, PKS 14 anggota, PPP 19 anggota, NasDem 23 anggota, dan Hanura 12 anggota.

11.24 WIB: Panglima TNI Jenderal Moeldoko kembali menyambangi Lanud Iskandar, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Kedatangannya kali ini karena sudah mendengar black box pesawat AirAsia QZ8501 ditemukan. Petugas Lanud Iskandar telah mempersiapkan ruang konferensi pers untuk jenderal bintang empat tersebut. Moeldoko akan datang bersama KSAL Laksdya Ade Supandi, KSAU Marsekal IB Putu Dunia, dan Kepala BAIS Mayjen M Erwin Safitri.

11.05 WIB: Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FHB Soelistyo mengatakankeberadaan Flight Data Recorder (FDR) yang merupakan bagian dari black box AirAsia QZ8501 ditemukan di bawah puing-puing sayap pesawat. Dia menjelaskan, black box atau kotak hitam sebuah pesawat terdiri dari dua hal yaitu FDR dan CVR (Cockpit Voice Recorder).

Kendati bagian dari black box itu telah ditemukan, namun pihaknya tetap fokus pada pencarian korban dan evakuasi. Oleh karenanya menurut Soelistyo, tim operasi gabungan akan tetap fokus mencari korban di sejumlah area operasi.


10.47 WIB: Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi menduga pesawat AirAsia QZ8501 meledak sebelum jatuh di Selat Karimata, Kalimantan Tengah. Dugaan ini merujuk pada pengakuan nelayan yang sempat mendengar suara ledakan saat AirAsia hilang kontak.

"Ini tanda tanya. Kalau dia meledak berarti banyak (jenazah) yang sudah berkeping-keping. Ini semua nanti kita buktikan, tapi kalau lihat sisi kiri pesawat yang hancur, ini sudah kena pressure. Jadi jenazah ada yang berkeping-keping," kata Supriyadi.

10.27 WIB: Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FHB Soelistyo mengatakan bagian dari black box milik pesawat AirAsia QZ8501 telah diangkat oleh pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Bagian black box yang bernama Flight Data Recorder (FDR) itu diangkat pukul 07.11 WIB hari ini, (12/1). Pengangkatan bagian pesawat yang selama ini dicari itu, dilakukan oleh satuan penyelam TNI Angkatan Laut.

Minggu, 11 Januari 2015


Penyebab gagalnya dipindahkan ke truk kontainer karena kapasitas bak kontainer tidak mampu menampung besarnya ukuran ekor yang ditemukan sejak tiga hari lalu itu. Untuk sementara ekor ditaruh di dermaga Pelabuhan Kumai.

20.24 WIB: Di pencarian hari ke-15, Tim SAR berhasil menemukan kotak hitam atau black box milik AirAsia QZ8501. Adalah Tim Penyelam TNI AL di KN Jadayat yang sukses menemukan alat perekam semua komunikasi pesawat nahas yang jatuh di Perairan Karimata tersebut.

Koordinator Tim Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Tonny Budiono, menjelaskan black box ditemukan pada posisi 03.37.21 S / 109.42.42 E dengan kedalaman sekitar 30 sampai dengan 32 meter. Namun, karena keterbatasan waktu, maka diputuskan proses pengambilan black box akan dilaksanakan besok pagi hari dengan menggeser perlahan-lahan serpihan badan pesawat tersebut.

19.54 WIB: Ekor pesawat AirAsia QZ8501 tiba di Pelabuhan Kumai, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, sekitar pukul 16.20 WIB. Setelah tiba, kapal Crest Onyx yang membawa ekor QZ8501 itu rencananya akan ditarik menggunakan crane dari KN Arcturus untuk dipindahkan truk kontainer.

Namun, setelah tiga jam, proses pemindahan ekor QZ8501 ke gudang masih belum dilakukan. Tim gabungan yang bertugas masih tampak melakukan briefing agar proses pemindahan berjalan lancar. Proses pemindahan berjalan alot akibat hujan deras. Warga sekitar yang tadinya antusias berdiri di dermaga untuk menyaksikan proses pemindahan, tampak lari ke Posko Polri yang jaraknya dekat dari dermaga untuk berteduh.


19.12 WIB: Sinyal keberadaan black box pesawat AirAsia QZ8501 terdeteksi kuat di tiga kapal yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan ekor pesawat. Tiga kapal yang berhasil menemukan sinyal black box pesawat AirAsia, yakni kapal Baruna Jaya, Java Interior dan Kapal GeoSurvey. Sebab itu, tim penyelam kembali dikerahkan.

Namun, setelah melakukan penyelaman selama 12 jam keberadaan black box masih belum ditemukan. "Jam 12.00 masih menyelam tapi tidak ada hasil. Alat dapat menerima sinyal ping, tapi penyelam nggak dapat (black box)," kata Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi di Lanud Iskandar, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Minggu (11/1).

18.51 WIB: Jenazah suami-istri warga Negara Korea Selatan (Korsel), yang turut menjadi korban AirAsia QZ 8501, terpaksa diinapkan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk menunggu koordinasi pihak keluarga dan kedutaan besar. Hal ini juga untuk menunggu bayinya yang masih berusia satu tahun ditemukan oleh Tim SAR.

Kedua jenazah suami-istri warga Korsel itu adalah jenazah berlabel B047, Kyung Hwa Lee (34) dan B048, Seong Beom Park (37). Keduanya baru selesai diidentifikasi hari ini, Minggu (11/1). Pada jenazah Kyung Hwa Lee sendiri, melekat bra khusus ibu menyusui, sedangkan suaminya, Seong Bbeom Park masih mengenakan gendongan bayi.

18.29 WIB: Menteri Koordinator Bidang Maritim Indroyono Soesilo mendampingi para ilmuwan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) merilis temuan sinyal Ping Emergency locator transmitter (ELT) yang dipancarkan AirAsia QZ8501. Indroyono berpesan agar masyarakat juga melihat perjuangan para ilmuwan BPPT yang sejak jatuhnya AirAsia sampai sekarang masih berada di tengah laut.

Dia pun meyakini bahwa sinyal ketiga Ping Emergency locator transmitter (ELT) yang diterima kapal Baruna Jaya I dan Java Emperia akan menemukan Blackbox yang hilang. Keyakinan Indroyono bertambah karena sebelumnya BPPT pernah melakukan hal yang serupa.

18.08 WIB: Tiga jenazah korban AirAsia QZ8501 kembali teridentifikasi, Minggu (11/1). Dua di antaranya suami-istri warga Negara Korea Selatan (Korsel). Keduanya mengenakan tambalan gigi emas. Selain sama-sama mengenakan tambalan gigi emas, kedua WNA Korsel tersebut juga mengenakan bra khusus ibu menyusui dan gendongan bayi. Kedua jenazah ini berlabel B047 dan B048.

17.08 WIB: Ekor pesawat AirAsia QZ8501 akhirnya tiba di Pelabuhan Kumai, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Ekor QZ8501 yang dibawa oleh kapal Crest Onyx itu tiba sekitar pukul 16.20 WIB. Setibanya di Pelabuhan Kumai, kapal milik SKK Migas itu langsung merapat ke KN Arcturus yang sudah bersandar di dermaga pelabuhan. Nantinya, ekor tersebut dipindahkan menggunakan crane KN Arcturus untuk ditaruh di truk container.

Setelah berhasil sampai di dermaga, ekor pesawat nahas itu akan langsung dibawa tim Basarnas untuk disimpan di gudang penyimpanan serpihan pesawat AirAsia. Gudang tersebut hanya berjarak sekitar 10 meter dari Dermaga. Namun, karena beban ekor tersebut sampai berton-ton, proses pemindahan ke gudang harus menggunakan truk kontainer. 

15.02 WIB: Dua hari terakhir Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) fokus mencari dua buah black box pesawat Air Asia QZ 8501. Setelah dua kali gagal, kali ini tim pencari kembali menangkap sinyal Ping lainnya. Sinyal ini diduga dipancarkan dua buah black box AirAsia.

Setelah dilakukan verifikasi beberapa kali dan diindikasikan positif, BPPT lantas melaporkannya kepada Basarnas dan KNKT. Kemudian ditindaklanjuti dengan penyelaman sekitar pukul 10.00 WIB tadi. Penyelaman pun dilakukan pada titik 3 derajat, 37 menit 20,7 detik, Lintang Selatan Logder 42 menit 43 detik Bujur Timur.

14.12 WIB: Kapal Baruna Jaya milik BPPT mendengar jelas suara ping dari black box pesawat AirAsia QZ8501. Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi mengatakan, dari hasil scan detector dan sinyal pinger kemungkinan black box ada di sekitar main body pesawat.

Tim penyelam yang berada di KN Pacitan segera merapat ke kapal Baruna Jaya untuk memastikan hal tersebut. Karena diduga masih banyak jenazah korban AirAsia QZ8501 yang masih terperangkap di dalam badan pesawat.


19.07 WIB: Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengutarakan apresiasinya kepada tim SAR gabungan, yang berhasil mengangkat ekor pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Teluk karimata, Kalimantan Tengah. Apresiasinya itu dia buktikan dengan menaikkan pangkat seluruh tim SAR gabungan yang berhasil mengangkat dan mengevakuasi ekor QZ8501.
16.05 WIB: Ekor pesawat AirAsia QZ8501 yang berada di kedalaman 35 meter Selat Karimata, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah berhasil diangkat ke permukaan. Kini, ekor tersebut masih diupayakan ditarik ke kapal Crest Onyx yang jaraknya sekitar 500 meter dari KRI Banda Aceh.
Sabtu (10/1)
16.10 WIB: Basarnas pada operasi pencarian hari ke-13 ini akan memfokuskan operasi pada proses pengangkatan ekor pesawat AirAsia menggunakan gabungan dua metode. Pengangkatan ekor tersebut akan menggunakan kombinasi dua metode, yakni floating balloon digabungkan dengan crane agar ekor tidak rusak. Black box kemungkinan besar masih berada di dalam ekor pesawat.


13.30 WIB: Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FHB Soelistyo mengatakan dua jenazah kembali ditemukan di dasar laut dengan posisi duduk di kursi pesawat AirAsia Q8501. Dua jenazah yang masih mengenakan sabuk pengaman itu ditemukan kapal GeoSurvei dan tim penyelam.
11.05 WIB: Dua jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501 yang ditemukan kemarin oleh KN Pacitan dan KD Kasturi Malaysia telah tiba di Lanud Iskandar, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Jumat (9/1). Kedua jenazah tersebut dibawa oleh Helikopter Dauphin milik Basarnas


Jumat (9/1)
22.10 WIB: Dua jenazah korban AirAsia QZ8501 telah diautopsi untuk kepentingan penyidikan.Jenazah-jenazah tersebut diambil sebagai sample untuk mendukung pengungkapan penyebab jatuhnya pesawat berpenumpang 162 orang itu.
21.01WIB: Dua jenazah laki-laki dan perempuan yang menjadi korban tragedi AirAsia QZ8501 tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, Jalan A Yani, Surabaya, Kamis (8/1), sekitar pukul 18.30 WIB. Dengan tambahan dua jenazah ini, total jenazah yang ada di ruang identifikasi dan autopsi RS Bhayangkara ada 41 jenazah.
19.10 WIB: Terkait klaim asuransi yang menjadi hak keluarga korban tragedi AirAsia QZ8501, Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini mengaku sangat berhati-hati. Karena dana tersebut harus benar-benar diterima oleh yang berhak, bukan jatuh pada keluarga yang bukan hak waris. 
18.45 WIB: Tim SAR kembali menemukan jenazah penumpang AirAsia QZ8501. Jenazah ditemukan tim SAR dari KN Pacitan & KD Kasturi temukan jenazah, total sudah 43.
Kamis (8/1)
15.08 WIB: Kondisi reruntuhan yang diyakini sebagai ekor pesawat AirAsia QZ8501 di Laut Jawa, Rabu (7/1). Ekor pesawat AirAsia QZ8501 ini ditemukan oleh Tim SAR yang menyelami perairan di sektor tiga pencarian yang lokasinya cukup jauh dari titik lost contact. 


14.51 WIB: Komandan Lanud Iskandar Letkol Jhonson Simatupang mendapatkan informasi bahwa akan datang tiga menteri ke Lanud Iskandar Pangkalanbun Kalimantan Tengah. Di hari kesebelas ini, mereka akan memonitor proses pencarian dan evakuasi jenazah penumpang dan badan pesawat AirAsia QZ8501.


14.26 WIB: Anggota DPR Fraksi Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, ada tumpang tindih dalam birokrasi pemerintah dalam menangani kasus AirAsia. Dia melihat semua instansi dan kementerian berlomba-lomba mencari muka atas kasus jatuhnya pesawat AirAsia.

12.52 WIB: Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan keberadaan alutsista sangat penting dalam menggelar operasi non-militer, terutama bencana dan kecelakaan. Atas alasan itu, dia ingin berupaya melakukan pendekatan kepada Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

12.44 WIB: Memasuki hari kesebelas, Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian jenazah penumpang dan badan pesawat AirAsia QZ8501 dengan segala cara. Pencarian dilakukan lewat udara, permukaan laut sampai ke bawah laut.

Direktur Operasional Basarnas Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Marsekal Pertama SB Supriadi menyatakan, pencarian melalui udara difokuskan untuk mengidentifikasi lokasi adanya jenazah atau puing pesawat. Kemudian informasi itu akan diteruskan ke kapal-kapal Tim SAR gabungan guna ditindaklanjuti.

12.36 WIB: Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henry Bambang Soelistyo memastikan pada pencarian hari ke-11 telah menemukan satu jenazah baru penumpang Air Asia QZ8501. BahkanTim SAR gabungan sudah menemukan bagian ekor pesawat.




Selain mencari, pria yang telah tujuh tahun menjadi pilot TNI AU ini juga bertugas mengirim personel Badan SAR nasional (Basarnas) maupun hal-hal yang dibutuhkan kapal Indonesia serta negara sahabat.

10.39 WIB: Hari ke-11, dua jenazah kembali dikirim ke Surabaya dari Lanud Iskandar Pangkalanbun Kalimantan Tengah. Kedua jenazah merupakan hasil temuan oleh KD Kasturi milik Malaysia dan Kapal Onami Jepang.

09.29 WIB: Tugas berat diemban tim Search and Rescue (SAR) gabungan, yang terdiri dari ribuan relawan, militer hingga ahli-ahli penerbangan. Berbagai misi mereka jalankan, demi menemukan jenazah, badan pesawat AirAsia, hingga penyebab kecelakaan.

Tak sedikit pula yang mencecar mereka dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Padahal, rintangan yang dihadapi cukup berat, mulai dari cuaca yang buruk, gelombang tinggi, hingga arus bawah laut yang sangat deras. Jika dipaksakan, bukan tidak mungkin nyawa mereka hilang.

09.19 WIB: Hingga hari kesepuluh pencarian AirAsia QZ8510, tim SAR gabungan masih belum menemukan seluruh penumpang, badan pesawat dan black box. Padahal segala kekuatan dikerahkan termasuk bantuan dari negara sahabat yang pakai kapal atau pesawat berteknologi canggih.

09.12 WIB: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di lokasi pencarian pesawat AirAsia QZ8501 di Teluk Kumai Pangkalanbun pagi ini cukup kondusif. Situasi ini diharapkan bisa makin mempermudah Tim SAR gabungan menyelesaikan pencarian puing pesawat dan korban AirAsia.


08.36 WIB: Akhirnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menonaktifkan tujuh pejabat negara terkait pesawat AirAsia QZ8501 yang disebut-sebut terbang ilegal pada Minggu (28/12). Ini adalah pejabat pertama yang mendapatkan 'hukuman' Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat dia jadi menteri.

07.00 WIB: Chief Executive Officer (CEO) AirAsia, Tony Fernandes telah mengungkapkan kesediaannya untuk memberikan ganti rugi bagi keluarga penumpang pesawat AirAsia QZ8501. Soal pemberian asuransi, Tony akan mengikuti peraturan yang diterapkan pemerintah di Indonesia. Apabila pemerintah meminta saat ini juga memberikan biaya ganti rugi, Tony mengaku akan sesegera mungkin memberikannya.

05.07 WIB: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di area pencarian dan evakuasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di hari kesebelas, Rabu (7/1) berpotensi hujan. Intensitas hujan ringan hingga sedang itu kemungkinan akan terus terjadi pada pagi hingga siang hari di sekitar Selat Karimata, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah.



Selasa, 06 Januari 2015


18.29 WIB: Sejumlah tragedi dan kecelakaan mewarnai angkutan Natal 2014 dan Tahun 2015. Di penghujung 2014, jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 menyita perhatian dunia dan menjadi peristiwa paling memprihatinkan di dunia penerbangan nasional sepanjang tahun lalu.


18.20 WIB: Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyatakan kagum atas kecanggihan alutsista negara sahabat ikut membantu pencarian jenazah penumpang dan badan pesawat AirAsia QZ8501. Dia berharap TNI dapat memilikinya suatu saat nanti.

"Kami kalau melihat alutsista yang canggih itu ngiler juga. Kita sungguh ingin alutsista yang canggih," kata Moeldoko di Lanud Iskandar Pangkalanbun Kalimantan Tengah, Selasa (6/1).


18.01 WIB: Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menyambangi posko tim SAR gabungan di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Moeldoko sempat mengunjungi lokasi pencarian pesawat AirAsia QZ8501 di perairan Selat Karimata menggunakan helikopter Sea Hawk milik Amerika Serikat.

Panglima menyatakan akan terjadi keajaiban dengan kedatangannya kali ini. Cuaca yang sebelumnya menjadi kendala akan dapat diatasi oleh prajuritnya.


Staf Khusus Menhub Hadi Mustafa Djuraid mengatakan Kemenhub bersama PT Angkasa Pura I dan AirNav Indonesia sudah mematangkan penonaktifkan tujuh pejabat tersebut.


16.25 WIB: Sejumlah ulama saat bersiap ikut Tim SAR mencari pesawat AirAsia QZ8501 di Lanud Iskandar, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Selasa (6/1). Sebanyak delapan orang diajak Tim SAR untuk mendoakan proses pencarian korban dan pesawat AirAsia QZ8501.


16.24 WIB: Tiga jenazah korban AirAsia QZ8501 kembali berhasil diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur, Selasa siang (6/1). Dengan begitu, dari 37 jasad yang ada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya, total yang sudah diidentifikasi berjumlah 16 jenazah, tersisa 21 jenazah lagi.




15.48 WIB: PT Asuransi Dayin Mitra Tbk mengaku siap membayar klaim asuransi korban pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura yang mengalami kecelakaan 28 Desember 2014 silam. Dayin Mitra adalah salah satu perusahaan asuransi yang bekerja sama dengan AirAsia memberikan asuransi optional atau pilihan.


15.42 WIB: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pembayaran asuransi korban AirAsia QZ8501 bakal dilakukan setelah pemerintah menyatakan proses evakuasi telah selesai. Saat ini, perusahaan asuransi tengah mendata ahli waris korban berhak menerima pembayaran asuransi tersebut.

15.20 WIB: Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai pengawas industri keuangan di Indonesia, memastikan klaim asuransi korban kecelakaan AirAsia QZ8501 akan dibayarkan. Dari aturan yang berlaku, setiap penumpang berhak mendapat asuransi Rp 1,25 miliar untuk meninggal dan cacat total.


15.19 WIB: Sejauh ini faktor cuaca menjadi halangan utama pencarian jenazah penumpang dan badan pesawat AirAsia QZ8501 di Pangkalanbun. Penggunaan sonar dan penyelaman bawah laut pun tak membuahkan hasil akibat keterbatasan jarak pandang yang mencapai nol meter.

14.57 WIB: Tim SAR gabungan kembali menemukan 2 jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501 di perairan Selat Karimata. Saat ini, dua jenazah tersebut masih berada di kapal laut KD Kasturi milik Malaysia dan Onami milik Jepang.

Hingga saat ini total jumlah jenazah yang berhasil dievakuasi ada 39. Jenazah yang telah dikirim ke Surabaya sebanyak 37.


14.36 WIB: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendesak perusahaan asuransi mendata korban penumpang AirAsia QZ8501 yang mengalami kecelakaan pada 28 Desember 2014. Dari data yang ada hingga saat ini, 25 penumpang AirAsia dinyatakan ikut asuransi optional atau pilihan yang disediakan AirAsia.



Dalam foto selfie yang dikirim dari ponsel itu terlihat adiknya sedang duduk bersama ketiga teman laki-laki, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Selasa (6/1).


14.14 WIB: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tetap ngotot menyebut penerbangan AirAsia QZ8501 tujuan Surabaya - Singapura dilakukan secara ilegal. Pasalnya, penerbangan yang dilakukan hari Minggu 28 Desember 2014 tersebut di luar izin yang telah diberikan Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.

13.59 WIB: Badan SAR Nasional (Basarnas) masih enggan berkomentar soal anggaran pencarian pesawat AirAsia QZ8501. Namun, mereka berjanji akan membeberkan semua biaya operasi setelah misi pencarian korban atau pun bangkai pesawat selesai.

13.52 WIB: Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyambangi posko tim SAR gabungan di Lanud Iskandar Pangkalanbun Kalimantan Tengah. Panglima langsung menuju helikopter Sea Hawk milik Amerika Serikat yang telah menunggunya. Lalu mengawal di belakangnya ada satu helikopter Sea Hawk, satu helikopter Bell TNI AU dan satu helikopter Dauphin Basarnas.

13.12 WIB: Meski serpihan-serpihan AirAsia QZ8501 turut dibawa ke Surabaya, pihak Polda Jawa Timur menegaskan tidak ikut menangani masalah tersebut. Sebab, serpihan-serpihan itu wewenang dari tim Basarnas, kecuali serpihan yang melekat pada tubuh korban.


13.12 WIB: Salah satu relawan penyelam SAR Nasional (Basarnas) yang ikut mencari badan pesawat AirAsia QZ8501 adalah Yusniar Amara mengatakan, cuaca yang buruk, serta gelombang tinggi merupakan pengalaman paling tersulit yang dirasakan dalam misi evakuasi korban AirAsia QZ8501. Beratnya cuaca tak hanya dirasakan dari atas permukaan lau, setiap kali menyelam, cuaca buruk langsung menerjang dia dan timnya.

12.55 WIB: Di hari ke 10 pasca-tragedi AirAsia QZ8501, Polda Jawa Timur membagi dua tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk mengidentifikasi jenazah yang ada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara. Hari ini tenaga tim DVI mendapat tambahan dari Uni Emirat Arab (UEA) dan Korea Selatan.

12.50 WIB: Salah satu relawan penyelam SAR Nasional (Basarnas) yang ikut mencari badan pesawat AirAsia QZ8501 adalah Yusniar Amara. Tergabung dalam tim rescue (penyelamatan) Basarnas, Yus telah merasakan asam garam operasi SAR yang dilaksanakan Basarnas, baik itu laut, sungai maupun pegunungan. Namun, Operasi pencarian kecelakaan AirAsia QZ8501 ini menjadi misi internasional pertamanya.




12.22 WIB: Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo menegaskan, semua yang datang ke area pencarian pesawat AirAsia QZ8501 berdasarkan keinginan untuk menolong, bukan karena permintaan pihak-pihak tertentu. Menurutnya, keinginan untuk menolong itu termasuk dari pihak Rusia.


11.45 WIB: Pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, Kalimantan Tengah, terus dilakukan. Di hari ke-10 pencarian, tim gabungan memfokuskan pencarian bangkai pesawat yang diprediksi berada di area barat.

11.28 WIB: Hingga hari ke-10 Badan SAR Nasional (Basarnas) menambah area pencarian yang diduga adanya korban atau serpihan pesawat AirAsia QZ8501. Kepala Basarnas Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo mengatakan untuk area yang akan disisir yakni sebelah barat memiliki luas 10x10 nautical miles square. 

11.07 WIB: Pasukan Komando Katak (Kopaska) dilibatkan dalam pencarian AirAsia QZ8501.Dikerahkannya Kopaska dalam pencarian AirAsia ini bukan tanpa alasan. Kopaska dipilih terjun langsung dalam evakuasi lantaran dianggap sudah terlatih beroperasi di dalam laut.



10.40 WIB: Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan proses identifikasi pada serpihan pesawat AirAsia QZ8501 di ruang DVI, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Selasa (6/1). Berbagai serpihan AirAsia QZ8501 yang sudah ditemukan ialah serpihan bagasi penumpang, kursi penumpang, kursi pramugari, dan beberapa serpihan lainnya.


09.59 WIB: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di area pencarian jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 pada hari kesepuluh berpotensi hujan. Intensitas hujan sedang hingga lebat itu kemungkinan akan terus terjadi pada pagi hingga siang hari di sekitar Selat Karimata.

09.39 WIB: Memasuki hari kesepuluh, tim SAR gabungan meminta bantuan tokoh agama Pangkalanbun guna mendoakan kelancaran proses evakuasi jenazah penumpang dan puing pesawat AirAsia QZ8501. Tujuh orang tokoh agama yang akan berdoa itu dipimpin oleh Gusti Kadran yang merupakan keturunan Kasultanan Kotawaringin.



08.30 WIB: Badan SAR Nasional (Basarnas) mendapatkan kritikan dari tim SAR Amerika Serikat (AS). Indonesia dinilai tidak streril dalam merawat perlengkapan penyelamatan. Terutama setelah melakukan evakuasi terhadap korban dan puing-puing pesawat AirAsia QZ8501.


07.28 WIB: Direktur Safety and Security AirAsia Indonesia, Achmad Sadikin pernyataan Kementerian Perhubungan yang menyatakan pesawat AirAsia telah melakukan pelanggaran dengan melanggar izin terbang. Menurutnya, tidak mungkin pesawat dengan nomor penerbangan QZ8501 yang dipiloti Kapten Iriyanto berani terbang jika tanpa izin.

"Kalau kita enggak punya izin, pasti tak bisa terbang. Apalagi ke luar negeri," elaknya di Mapolda Jawa Timur, Jumat malam (2/1).

01.32 WIB: Tiga jenazah terbaru korban AirAsia QZ8501 tiba di Surabaya, Jawa Timur, Senin (5/1) sekitar pukul 18.45 WIB. Tiga jenazah ini, menambah daftar jumlah korban AirAsia yang sudah ditemukan dan akan diidentifikasi oleh tim Disasater Victim Identifikation (DVI)Polda Jawa Timur.
Senin, 05 Januari 2015
20.45 WIB: Badan SAR Nasional (Basarnas) membutuhkan kapsul selam berawak yang mampu beroperasi di bawah air. Tujuannya untuk mencari korban dan badan pesawat AirAsia QZ8501 yang berada di dasar laut.
19.10 WIB: Tiga jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501 diterbangkan ke Surabaya, sore ini. Jenazah itu ditemukan dalam kondisi masih duduk di kursi pesawat saat evakuasi pada hari kesembilan ini.
17.38 WIB: PT Angkasa Pura I memutasi dua pegawai lapangannya ke bagian administrasi usai tragedi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. Pemutasian ini berdasarkan perintah dari Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

17.32 WIB: Tiga jenazah yang datang ke RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah pada Senin (5/4) sudah teridentifikasi. Koordinator DVI Mabes Polri Kombes Hariyanto mengatakan, tiga jenazah sudah teridentifikasi, 2 berjenis kelamin laki-laki dan 1 jenazah berjenis perempuan.

17.15 WIB: Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI F Henry Bambang Soelistyo menyangkal pernyataan satuan pasukan Amerika yang mengatakan proses evakuasi jenazah tidak steril. Menurutnya proses evakuasi jenazah sangat steril karena dilengkapi sejumlah peralatan antara lain cool storage (lemari pendingin). 

17.08 WIB: Sesuai aturan dalam negeri dan internasional, keluarga korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 berhak menerima asuransi. Namun rupanya, keluarga korban dapat menuntut selain asuransi kepada AirAsia jika terbukti melanggar jadwal penerbangan.


16.48 WIB: Hari kesembilan, Tim Disaster Victim Investigation (DVI) kembali berhasil mengidentifikasi empat korban kecelakaan AirAsia QZ8501. Hasil rapat rekonsiliasi berhasil mengidentifikasi jenazah dengan nomor B005, B022, B021 dan B029.



16.43 WIB: Dalam keadaan hujan deras tiga jenazah yang telah dipetikan di RSUD Sultan Imanuddin kembali diterbangkan ke Surabaya. Jenazah tersebut sebelumnya ditemukan oleh KD Kasturi milik Malaysia.


16.41 WIB: Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono mengkritik Menteri Perhubungan Ignasius Jonan atas insiden Pesawat AirAsia QZ8501. Menurutnya, semua pesawat diizinkan terbang atas persetujuan Kementerian Perhubungan.

16.34 WIB: Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono menilai, yang paling bertanggung jawab atas jatuhnya Pesawat AirAsia QZ8501 adalah Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Sebab, kata dia, di bawah Kementerian Perhubungan lah semua pesawat diijinkan untuk terbang, tak terkecuali AirAsia.

16.33 WIB: Kapolri Jenderal Sutarman mengaku, telah menurunkan tim dari Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan, terkait penyebab kecelakaan dan pelanggaran yang dilakukan pihak AirAsia, sehingga mengalami kecelakaan udara di Perairan Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

penyelidikan yang dilakukan Mabes Polri itu, akan bekerja sama dengan pihak Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kemenhub dan komite nasional keselamatan transportasi (KNKT). Penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai sebelum terbang, saat berada di Bandara International Juanda Surabaya, saat terbang, hingga pesawat hilang kontak.

16.29 WIB: Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya FHB Soelistyo mengatakan Indonesia memiliki alat untuk mengangkat badan pesawat AirAsia QZ8501. Ia pun menegaskan pihaknya tak terlalu bergantung pada peralatan canggih milik negara asing untuk mengangkat badan pesawat nahas tersebut.


16.19 WIB: Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis mengatakan akan memberikan dukungan penuh kepada Basarnas sebagai mita kerja Komisi V. Dia menegaskan akan memperjuangkan kebutuhan Basarnas pada rapat APBN-P mendatang.

16.18 WIB: Lieutenant Commander US Navy, Greg Adams, menganggap pasukan penyelam elit TNI Angkatan Laut telah melakukan hal yang 'gila'. Kegilaan yang dia maksud karena dalam cuaca buruk dan ombak yang besar, mereka tetap diminta untuk turun ke bawah laut.


16.04 WIB: Helicopter Sea Hawk milik Amerika Serikat kembali mengirimkan puing badan pesawat AirAsia QZ8501 ke Pangkalanbun. Puing pesawat tersebut terdiri dari tiga baris kursi penumpang dalam keadaan rusak.

15.54 WIB: Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Moeldoko meyakinkan keluarga korban kecelakaan pesawat Air

Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/kronologi-20-jam-setelah-hilangnya-airasia-qz8501.html

0 komentar:

Copyright © 2014 Indonesiaku