Mata Air Berau, Kalimantan Timur


Lokasi : Mata Air Berau Kalimantan Timur
Daerah Kalimantan memang tempatnya surga tersembunyi yang menyajikan keindahan alam yang tak terduga. Banyak kawasan dan tempat-tempat tertentu yang memiliki potensi wisata namun belum banyak yang tau keberadaannya. Contohnya saja adalah mata air Nyadeng yang berada di Hulu Sungai Lesan, Kampung Merabu, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Mata air ini berada tepat di bawah perbukitan Karst Sangkurilang-Mangkalihat. Di sini dijamin anda tidak akan percaya dengan apa yang anda jumpai. Sebuah mata air yang begitu jernih di tengah hutan yang belum terjamah manusia, hingga ikan-ikan di dalam air pun akan terlihat dari atas saking jernihnya.

Mata Air Nyadeng memang salah satu dari sekian banyak tempat di Kalimantan yang menyajikan keindahan tersembunyi. Untuk menuju mata air Nyadeng atau Kampung Merabu ini juga diperlukan kerja keras, karena medan yang akan anda lalui adalah hutan dan sungai. Karena memang lokasi mata air yang sangat indah ini berada di pedalaman Kalimantan. Medan yang akan anda lalui untuk menuju mata air Nyadeng ini sungguh melelahkan. Anda harus menempuhnya selama kurang lebih 4 jam dari pusat Kota Berau. Perjalanan nantinya harus melewati sungai dengan naik perahu, dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju mata air Nyadeng.

Bukan hanya itu saja, beberapa area menuju mata air Nyadeng ini tidak bisa ditempuh hanya menggunakan mobil biasa. Mobil 4WD atau double gardan menjadi transportasi utama yang wajib anda bawa ketika anda ingin mencapai mata air jernih tersebut. Anda tahu sendiri kan bagaimana keadaan kontur tanah di Kalimantan, sebagian besar masih tanah yang lembek sehingga memungkinkan kendaraan biasa untuk amblas. Apalagi jika anda berkunjung ke mata air Nyadeng di waktu musim penghujan.

Lokasi : Mata Air Berau Kalimantan Timur
Akan tetapi perjuangan anda menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam tersebut akan terbayarkan ketika perjalanan anda sudah sampai di hulu sungai Lesan. Sebuah mata air yang jernih akan membuat anda tidak percaya, ternyata ada surga tersembunyi di balik hutan Kalimantan. Rasa lelah juga seketika akan hilang setelah anda menceburkan diri di mata air Nyadeng ini. Anda bisa berenang dan mandi di mata air yang bersih ini, belum terkontaminasi apapun. Tapi khusus yang bisa berenang ya, karena menurut penduduk setempat, titik terdalam dari mata air Nyadeng ini bisa mencapai 50 meter.

Anda juga bisa beristirahat di pinggiran mata air Nyadeng ini, menikmati kesejukan udara di kawasan mata air, mendengarkan suara alam yang begitu khas, suara hutan yang sunyi, kadang burung-burung pun saling bersahutan menyambut anda datang ditempat ini. Sungguh suasana yang begitu menenangkan, jauh dari perkotaan yang bising.

Sumber : http://awalinfo.blogspot.com/2014/11/birunya-mata-air-berau-kalimantan-timur.html

0 komentar:

Padang Savana Gunung GUntur


Eloknya Padang Savana Gunung Guntur
Pemandangan Gunung Guntur akan berbeda dengan gunung - gunung lainnya di Tatar Garut. Ini bsa terjadi karena Gunung Guntur hanya di tumbuhi semak - semak dan padang ilalang. Jarang Anda akan menemukan pohon besar, hanya ada beberapa batang pohon pinus yang tumbuh saling berjauhan. Ini menjadikan Gunung Guntur sangat eksotis terlihat dari berbagai sudut Kota Garut.

Biasanya saat pagi hari ketika cuaca sedang cerah Gunung Guntur terlihat sangat indah. Dari kejauhan Guntur terlihat hijau atau kemerahan. Panoramanya seolah memberikan enerji bagi yang memandangnya. Tidak heran banyak orang membidik momen terbaik Gunung Guntur. 

Selain itu bentuk lereng Guntur juga menjadi ciri khas dan daya tarik tersendiri. Lereng ini terbentuk akibat letusan dahsyat Gunung Guntur ratusan tahun lalu. Guntur memiliki ketinggian 2.249 meter diatas permukaan laut dan merupakan salah satu gunung api tertinggi di Garut. 

Di puncaknya, Gunung Guntur akan menyajikan pemandangan menakjubkan. Hamparan Tatar Kota Garut yang dikelilingi pegunungan lir ibarat sebuah mangkuk raksasa. Puncak Gunung Guntur juga menjadi magnet para pendaki untuk menikmati Sunrise terbaik di Tatar Garut.

Atau saat malam hari Kota Garut akan memancarkan kecantikannya seperti kunang - kunang saling berkedip. Namun ketika musim kemarau Guntur sangat mudah terbakar karena tanah yang tandus. Di Puncak Guntur juga terdapat padang Edelweis berseling dengan padang Savana.

Sumber : http://awalinfo.blogspot.com/2014/10/indahnya-alam-savana-gunung-guntur.html

0 komentar:

Legenda Gunung Bibi


Alasan sebagian warga lereng Merapi terutama warga Balerante tidak mau meninggalkan atau mengevakuasi dan malah tetap melakukan aktivitas seperti biasanya dikarenakan mereka meyakini bahwa akan ada kekuatan lain yang tak kalah besarnya dengan kekuatan Merapi yang dapat melindungi mereka.

Sebuah gumpalan awan panas yang datangpun, bila telah sampai ke dusun mereka, dalam waktu tertentu mereka akan mendengar bunyi letusan yang tak begitu keras, namun cukup terdengar oleh seluruh warga. Letusan itu hampir mirip dengan suara cemeti yang di lecutkan. Suara itu terdengar dari angkasa, dan sejenak kemudian gumpalan awan panas di angkasa itupun pecah, arah awan panas berbelok ke Kali Gendol, hingga tak sampai turun ke dusun mereka.

Desa Balerante memang tidak terkena muntahan lahar, paling parah hanya terkena hujan abu. Kawasan tersebut terlindungi oleh salah satu bukit yang di percaya masyarakat sebagai pengasuh Merapi, disebut pula oleh warga sekitar adalah Gunung Biyung Bibi. Bukit tersebut ibarat tameng dari bencana merapi bagi warga Balerante secara turun temurun.

Dan ada selorohan bahwa penunggu Gunung Merapi kalah awu, kalah tua ataupun masih kalah ilmu di banding dengan penunggu Gunung Bibi. Dan tak mungkin Merapi akan melukai pengasuhnya sendiri.

Gunung Bibi merupakan ibu ( pengasuh ) dari Gunung Merapi yang dinyatakan sebagai hutan larangan, hutan itu dipercaya masih menyimpan misteri yang amat gaib.

Berita angin dari warga dan para pendaki menyebutkan bahwa daerah itu merupakan pedesaan wong samar. Artinya, jika melewati wilayah itu harus sikap rendah hati dan bilang permisi. Bahkan, tidak sedikit pendaki Gunung Merapi yang melintas di hutan tersebut hilang dan tidak dapat ditemukan. Apalagi jika tidak menggelar ritual sebelumnya.

Perlu diketahui bahwa Gunung Bibi sampai hari ini masih merupakan kawasan berbahaya karena masih dihuni hewan - hewan liar termasuk oleh ular - ular python raksasa. Tidak mengherankan jika penduduk sekitarnya selalu menahan KTP para pendaki yang hendak naik ke Gunung Bibi, alasannya agar bisa segera memberitahu keluarganya bila pendatang yang bersangkutan tidak kembali turun dari gunung.

Saking mistisnya dan gaib Gunung Bibi itu, maka masyarakat di dusun tersebut hingga kini tetap menggelar ritual rutin setiap hari pasaran Legi malam Pahing. Ritual dengan berbagai bentuk sesaji tersebut di gelar sebagai doa bersama untuk keselamatan masyarakat setempat dan sebagai doa bagi warga masyarakat di seputaran Merapi.

Mereka tetap menyajikan berbagai macam sesaji, baik saat diupacarakan bersama di Gunung Bibi ataupun di rumah masing - masing. Mereka hanya berpegang bahwa itu adalah adat dan budaya yang mesti dilestarikan, meskipun agama yang mereka anut tak mengajarkan demikian.

Sumber : http://awalinfo.blogspot.com/2014/07/mengenal-legenda-gunung-bibi.html

0 komentar:

Danau Kelimutu

Danau Kalimutu
Danau Kelimutu, mungkin sebagian dari Anda sudah pernah mencoba trekking di danau Kelimutu, namun sebagian mungkin masih bermimpi untuk mengunjunginya. Danau indah yang mempunyai tiga warna ini terletak di puncak Taman Nasional Kelimutu, Nusa Tenggara Timur.

Perjalanan dengan mobil sewaan berkapasitas tujuh kursi dapat membuat Anda terhibur dengan pemandangan mengesankan di sepanjang jalan selama beberapa jam. Perjalanan berliku yang menghubungkan pulau sepanjang 350 km ini, bagaimanapun juga merupakan harga yang pantas untuk keindahan panorama Flores di Nusa Tenggara Timur yang patut diperbincangkan.

Taman Nasional Kelimutu merupakan taman nasional terkecil dari enam taman nasional di Bali dan Nusa Tenggara. Akan tetapi, ukurannya tidak begitu penting ketika Anda menyaksikan keindahan alam yang ditawarkan taman nasional ini. Di sini terdapat tiga danau yang terletak di puncak Gunung Kelimutu.

Ketiga danau tersebut memiliki nama yang sama dan populer dikenal sebagai Danau kelimutu. Setiap danau memiliki warna dan arti masing - masing. Ketiga danau itu diyakini merupakan tempat bersemayamnya roh - roh dan juga diyakini memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat. 

Untuk mencapai lokasi danau, Anda dapat memulai dari Moni, kota kecil yang merupakan basecamp para backpacker. Pemandangan indah di sepanjang jalan menuju lokasi danau sangatlah indah.

Danau paling barat bernama Tiwu Ata Mbupu, yang berarti “danau jiwa - jiwa orang tua yang telah meninggal”. Danau yang berada di tengah disebut Tiwu Nuwa Muri Koo Fai atau “danau untuk jiwa - jiwa muda - mudi yang telah meninggal”. Danau yang paling timur disebut Tiwu Ata Polo atau “danau untuk jiwa - jiwa untuk orang selalu melakukan kejahatan”. Warna ketiga danau tersebut selalu berubah - ubah.


www.belantaraindonesia.org

Ada danau lain di dunia ini yang dapat berubah warna, seperti Danau Biru di Gunung Gambier, Australia Selatan, yang perubahan warna birunya menjadi warna abu - abu serta dapat diprediksi. Ada pula Danau Yudamari di Gunung Nakade, Jepang, yang perubahan warnanya dari hijau toska menjadi hijau.

Perubahan warna air Danau Kelimutu tidak dapat diprediksi. Kadang - kadang, warnanya bisa biru, hijau, dan hitam, dan lain waktu bisa berwarna putih, merah, dan biru dan beberapa waktu yang lalu berwarna coklat tua. 

Secara ilmiah, perubahan warna Danau Kelimutu merupakan faktor kandungan mineral, lumut, dan batu - batuan di dalam kawah, juga pengaruh cahaya Matahari. Para ilmuwan yakin bahwa danau ini terbentuk dari erupsi gunung vulkanik pada zaman purba.

Fenomena ini telah menarik perhatian para ahli geologi karena keberadaan danau yang memiliki tiga warna yang berbeda, namun berada di gunung yang sama ini. Masyarakat lokal di Moni yakin bahwa orang - orang yang tinggal di sekitar danau telah berbuat jahat dan meninggal.

Danau Kelimutu merupakan bagian dari Taman Nasional Kelimutu. Titik tertinggi taman nasional ini adalah 5,679 kaki yang terletak di Gunung Kelibara ( 1,731 meter ) dan Gunung Kelimutu setinggi 5,544 kaki atau ( 1,690 meter ).

Taman Nasional Kelimutu merupakan habitat bagi sekitar 19 jenis burung yang terancam punah diantaranya punai flores ( Treron floris ), burung hantu wallacea ( Otus silvicola ), sikatan rimba - ayun ( Rhinomyias oscillans ), kancilan Flores ( Pachycephala nudigula ), sepah kerdil (Pericrocotus lansbergei ), tesia Timor Tesia everetti ), opior jambul ( Lophozosterops dohertyi ),opior paruh tebal ( Heleia crassirostris ), cabai emas Dicaeum annae ), kehicap flores (Monarcha sacerdotum ), burung madu matari ( Nectarinia solaris ), dan elang Flores ( Spizaetus floris ).


www.belantaraindonesia.org

Di sini juga dapat ditemui Tikus Gunung ( Bunomys naso ), Banteng ( Bos javanicus javanicus ),Kijang ( Muntiacus muntjak nainggolani ), Luwak ( Pardofelis marmorata ), Trenggiling ( Manis javanica ), Landak ( Hystrix brachyura brachyura ), dan Kancil ( Tragulus javanicus javanicus ). 

Masyarakat lokal yakin bahwa danau ini merupakan tempat jiwa orang yang sudah meninggal beristirahat. Area Kelimutu dikelilingi hutan yang ditumbuhi beragam tumbuhan yang jarang ditemukan di tempat lain di Flores.

Selain pohon pinus, terdapat juga tumbuhan paku, tumbuhan marga Casuarina, redwood dan bungaEdelweiss. Hutan pinus tumbuh subur di ketinggian Gunung Kelimutu. Area lain dari gunung ini tandus dengan pasir dan tanah yang tidak stabil. Masyarakat setempat yakin bahwa Gunung Kelimutu merupakan gunung kramat dan merupakan sumber kesuburan bagi tanah disekitarnya.

Mendaki merupakan alasan utama bagi wisatawan yang datang Ke Moni atau Ende. Beberapa bagian dari taman nasional dilarang untuk dikunjungi karena ketidakstabilan panas bumi. Trekking paling aman berada di antara Moni dan Gunung Kelimutu. Panjang trekking sejauh 12 km dan memakan waktu sekitar 30 menit

Sumber : http://awalinfo.blogspot.com/2014/05/heningnya-dan-indahnya-danau-kelimutu.html

0 komentar:

Pemandangan Alam Danau Gunung Tujuh

Pemandangan alam Danau Gunung Tujuh
Danau berikut yang terkenal sakti oleh masyarakat Kerinci ini terletak di atas gunung. Mengapa sakti? Karena air danau nampak selalu jernih meski sekitar danau dikelilingi oleh hutan belantara. Banyak terdapat pohon tumbang, namun air danau selalu bersih dari daun - daun yang berguguran.

Gunung Tujuh adalah danau yang indah dan unik di Indonesia. Danau ini berada di puncak Gunung Tujuh dan menjadi salah satu danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara dengan luas sekira 960 hektar, panjang 4,5 km, serta lebar 3 km. Ketinggian danau tersebut sekira 1,950 meter di atas permukaan laut. Lokasinya berada di Desa Pelompek, Kecamatan Ayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Karena letaknya di atas gunung, suasana danau terasa asri dan alami. Udara segar, panorama hijau, dan air danau yang jernih menyuguhkan keindahan yang mampu membuat Anda betah berlama - lama menikmati pemandangannya. Selain sebagai tempat melepas penat dan bersantai, danau ini juga digunakan sebagai sumber mata pencaharian nelayan setempat. 

Danau Gunung Tujuh adalah danau vulkanik nan menawan yang tercipta karena proses letusan gunung api, yaitu Gunung Tujuh di Kabupaten Kerinci. Letusan gunung tersebut menyebabkan terbentuknya sebuah kawah besar yang kemudian terisi oleh air hujan sehingga membentuk sebuah danau. Danau Gunung Tujuh mengaliri beberapa sungai di Jambi, salah satu bermuara di Sungai Batanghari.

Danau Gunung Tujuh
Danau Gunung Tujuh memiliki luas sekira 12.000 meter persegi dan termasuk dalam wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat sehingga di sini Anda berkesempatan untuk mendakinya selepas mengunjungi danau.

Dinamai Danau Gunung Tujuh karena dikelilingi tujuh puncak gunung di sekitarnya. Gunung - gunung tersebut, di antaranya Gunung Hulu Tebo ( 2.525 m ), Gunung Hulu Sangir ( 2.330 m ), Gunung Madura Besi ( 2.418 m ), Gunung Lumut yang ditumbuhi berbagai jenis lumut ( 2.350 m ), Gunung Selasih ( 2.230 m ), Gunung Jar Panggang ( 2.469 m ), dan Gunung Tujuh ( 2.735 m ).

Keberadaan danau ini beriring dengan cerita legenda masyarakat setempat sebagai tempat berdiamnya kekuatan supranatural dari dua mahluk halus yang menjaganya, yaitu Lbei Sakti dan Saleh Sri Menanti. Keduanya memiliki pengikut yang berwujud harimau. Penuturan lain menceritakan bahwa danau ini dihuni sepasang naga. Naga jantan menghuni danau dan naga betina menghuni hulu sungainya.

Pemandangan alam Danau Gunung Tujuh
Masyarakat Kerinci mengenali Danau Gunung Tujuh sebagai Danau Sakti. Hal tersebut dikaitkan dengan air danau yang senantiasa bersih dimana dedaunan yang jatuh dari pohon di sekitar danau tidak nampak di airnya. Sering pula diceritakan terjadi perubahan cuaca secara tiba - tiba di danau ini. Sebagian warga sekitar menyebutnya danau ini dengan nama Danau Para Dewa yang menyimpan pesona sekaligus misteri

Sumber : http://awalinfo.blogspot.com/2014/04/indahnya-danau-di-atas-gunung-tujuh.html

0 komentar:

Taman Rekreasi Danau Lido, Bogor


Lokasi : Taman Rekreasi Lido - Kab. Bogor
Taman rekreasi Danau Lido merupakan tempat wisata di Sukabumi yang berada di Jalan Raya Sukabumi, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cijeruk, Jawa Barat.  Letak taman rekreasi ini diapit oleh dua gunung yaitu Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango.  Dengan tiket masuk sebesar 5.000 rupiah per orang, danau Lido menawarkan panorama yang indah.  Selain itu, Taman Rekreasi Danau Lido menawarkan permainan outbond seperti flying fox serta terjun payung, aeromodeling, paramotor dan tak ketinggalan paralayang.  Selain itu tersedia pula fasilitas tempat makan rumah terapung.

Taman Rekreasi Danau Lido. Ingin melepas penat kala lelah bekerja di Kota Jakarta?. Datanglah ke Taman Rekreasi Danau Lido bersama keluarga. Pasti segala rasa lelah, penat, capek, stress langsung hilang ketika berada di objek wisata yang satu ini. 

Lokasi : Taman Rekreasi Lido - Kab. Bogor
Danau Lido berada tak jauh dari ibukota Indonesia tercinta. Letaknya sangat strategis, berada di pinggir Jalan Raya Sukabumi, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berjarak 65 kilometer dari Jakarta dan bisa ditempuh selama 1,5-2 jam perjalanan. Biasanya orang-orang yang dalam perjalanan Jakarta - Sukabumi dan sebaliknya akan mampir di danau ini. 

Lokasi : Taman Rekreasi Lido - Kab. Bogor
Lokasi taman rekreasi yang memiliki total luas 1.700 hektar ini berada pada ketinggian 500 meter dpl dan diapit oleh Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango, dimana tampak hamparan dari berbagai jenis pepohonan hijau yang tumbuh dengan subur dan rindang disekitarnya, menjadikan pemandangan alam disekitar Taman Rekreasi Danau Lido semakin terasa sempurna.

Yang membuat danau ini sering dikunjungi adalah karena suasananya yang nyaman, pepohonan yang rimbun dan udara yang sejuk, tak jarang banyak orang menggelar tikar dan duduk lesehan di pinggir danau hanya untuk menikmati kesejukan dan ketenangan yang ada. Tiket masuknya pun cukup murah yaitu Rp 5.000/orang.

Lokasi : Taman Rekreasi Lido - Kab. Bogor
Dahulu Danau Lido ini adalah sebuah rawa yang dibendung sehingga menjadi danau yang cantik dengan berbagai fasilitas yang mendukung danau ini. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di lokasi wisata ini seperti bermain speedboat, mengelilingi danau menggunakan perahu bebek, atau lebih keren lagi dengan menggunakan rakit. Bagi yang hobi memancing, ada tempat pemancingan ikan disisi utara danau.

Ada juga permainan outbound seperti flying fox yang memacu adrenalin. Bila kurang menantang, disini juga tersedia olahraga udara yang dikelola oleh komunitas Lido Aero Club, seperti terjun payung, aeromodeling, paramotor, dan paralayang, seru bukan!.

Lokasi : Taman Rekreasi Lido - Kab. Bogor
Setelah seharian bermain di taman wisata ini, pasti lapar akan datang juga, namun jangan kuatir, Danau Lido memiliki banyak tempat makan salah satunya adalah rumah makan terapung. Rumah makan ini menyediakan tempat untuk makan, yaitu di dalam dan di luar dengan hidangan khas Sunda, Gurame bakar, maknyuss.

Bagi sobat yang ingin menghabiskan malam di sekitar kawasan Danau Lido ini, ada banyak penginapan berupa resort dan villa yang siap menyambut sobat dengan harga bervariasi dari yang termurah ratusan ribu sampai jutaan rupiah per malam. Segera habiskan akhir pekan sobat bersama keluarga di Taman Rekreasi Danau Lido, Bogor, Jawa Barat.

Sumber : http://awalinfo.blogspot.com/2014/11/berwisata-ke-danau-lido-taman-rekreasi.html

1 komentar:

Danau Towuti, Luwu Timur

Lokasi : Danau Towuti Kab. Luwu Timur
Perjalanan tugas mengantar saya mengunjungi Danau Towuti  di Provinsi Sulawesi Selatan. Sebuah danau yang masih alami dengan luas mencapai 65.000 hektar ini berada di kabupaten Luwu Timur tepatnya di Kecamatan Towuti,  dapat ditempuh dengan kendaraan mobil dari Makassar selama lebih dari 12  jam.

Karena tugas dan pekerjaan dari instansi, saya dan tim tinggal di pondok kerja resort TWA  Danau Towuti, Matano dan Mahalona, BKSDA Sulawesi Selatan. Danau yang cantik ini  memiliki lima pulau menawan  di tengah danau yang luas yaitu Pulau Loeha, Pulau Bolong, dan Pulau Kembar. Setelah merapikan barang di pos, kami segara menyusuri tepian danau menggunakan speedboat andalan. Soal sewa speedboat, penginapan dan transportasi hehehe.. mohon maklum jangan tanya saya karena saya hanya menjalankan perintah.

Pondok Kerja yang menjadi tempat kami bermalam
Danau ini menawan karena  air tawar di dalamnya masih sangat jernih, dengan menggunakan speedboat  atau perahu ketinting kita dapat menikmati penggiran danau dengan vegetasi yang menarik seperti Nepenthes spp. yang bergelantungan di tepian danau, banyak jenis anggrek epifit di pepohonan, dan pohon Macadamia hildebrandii yang endemik Sulawesi. Perjalanan untuk ke Pulau Bolong, Pulau Kembar dan Pulau Loeha dapat ditempuh dengan speedboat selama satu hingga dua jam, hal ini karena pengaruh cuaca, angin dan ombak.

Lokasi : Danau Towuti Kab. Luwu Timur
Perjalanan kami lakukan selama lebih dari 10  hari  dan setiap hari kami menyeberangi danau  untuk menuju ke pulau atau menjelajai sisi lain danau dari berbagai titik.  Bagi masyarakat setempat danau ini memiliki fungsi ekonomi karena merupakan jalur  penyeberangan alternatif yang lebih mempersingkat waktu untuk mencapai Kendari , Sulawesi Tenggara.   Para pedagang biasa memanfaatkan dermaga kecil di tepi Danau untuk menyeberang dan “membuka” pasar di tepi danau. Pasar Ini memiliki hari pasar setiap Rabu.

Salah satu sisi Danau yang merupakan hunian masyarakat
Lain cerita lagi dari masyarakat sekitar bahwa Danau tektonik yang merupakan danau air tawar terbesar  di Indonesia setelah danau Toba ini merupakan habitat buaya!. dan hal ini kami alami sendiri , suatu pagi ketika pemandu merapatkan speedboat ke tepian Tanjung Baraka, kami melihat  seperti batang kayu yang kemudian tenggelam dan menimbukan gerakan air yang cukup lumayan. Pemandu kami mengatakan biasanya buaya atau mereka sebut  ”nenek” sering berjemur di tepi Tanjung.  Ah, saya tidak sempat menjepretnya dengan kamera saya tapi rasanya untuk mengabadikannya pun saya berpikir tentang keselamatan kami semua.

Lokasi : Kawasan Danau Towuti "Vegetasi di Tepi Tanjung Bakara"
Konon menurut cerita pak Yahya -pemandu kami dari BKSDA,  Danau Towuti terjaga kebersihannya karena wisatawan dan masyarakat masih patuh dengan kearifan lokal yang mngatakan jika ada orang membuang sampah ke Danau maka  ”Nenek” dan penunggu danau yang lainnya akan murka.

Bunga Spathoglottis plicata di Kawasan Danau Towuti Luwu Timur
Bagi saya Terlepas dari semua mitos tersebut, menjaga kebersihan alam memang tugas setiap manusia. Bagi saya perjalanan ke  Danau Towuti sangat mengesankan dan saya merasakan bahwa kearifan lokal turut menjaga kelestarian  danau ini sehingga hingga saat ini kita semua masih bisa berkaca di jernihnya air Danau Towuti.

Bunga Nepenthes di Kawasan Danau Towuti Luwu Timur
Hal lain yang menarik bagi wisatawan adalah keberadaan penjual makanan di area wisata danau. ditempay ini  kita dapat menikmati Kapurung, makanan tradisional yang terbuat dari sagu dan kuah ikan yang sangat lezat dengan harga Rp 15.000,-

 Pulau Loeha di Danau Towuti Luwu Timur

Sumber : http://awalinfo.blogspot.com/2014/11/jelajahi-indahnya-alam-danau-towuti.html

0 komentar:

Pesona Alam Pedesaan Suku Dayak di Pegunungan Meratus


Puncak Pegunungan Meratus
Daerah terpencil di Kalimantan Selatan ini dikenal dengan nama Loksado, sebuah kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang menjadi rumah suku Dayak dimana mereka hidup lestari dengan lanskap alam yang megah. Menuju tempat ini maka Anda akan menjelajahi jantung pegunungan Meratus sekira dua setengah jam dari Banjarmasin, ibu kota Kalimantan Selatan. Berikutnya bersiaplah terhayut dalam  keindahan panorama hutan tropis yang dihiasi rentetan air terjun dan aliran sungai yang membelah lebat hutannya.   

Kawasan pegunungan Meratus sendiri merupakan rumah bagi suku asli Dayak Meratus yang tinggal di rumah-rumah tradisional atau dikenal dengan nama balai. Balai merupakan rumah tradisional suku dayak terdiri dari sepuluh ruangan berukuran 3 sampai 4 meter yang dapat menampung hingga 10 keluarga. Saat ini, setidaknya ada 43 balai dapat ditemukan di 9 desa di Loksado dan yang paling terkenal adalah Balai Hambawang Masam, Balai Adat Malaris, Balai Kacang Parang, dan Balai Haratai.  

Walaupun sudah banyak suku Dayak yang beralih tinggal di rumah modern namun demikian balai-balai ini masih digunakan untuk berbagai kegiatan terutama ritual kepercayaan adat. Sama seperti kebanyakan suku Dayak, Dayak Meratus menganut kepercayaan turun-temurun yaitu Kaharingan yang berarti “kehidupan”. Sistem kepercayaan ini meyakini konsep Dewa Agung yang menekankan keharmonisan antara manusia dan alam serta antara manusia dan Tuhan.
  
Alat transportasi tradisonal Suku Dayak
Suku Dayak Meratus mempraktekkan ritual Aruh Ganal yang dilakukan secara besar-besaran. Ada tiga tahapan dalam ritual ini, pertama, Aruh Basambu (behuma/menugal) setelah tanam padi atau sekitar bulan Februari. Kedua, Aruh Bawanang Halin yang dilakukan untuk merayakan musim panen pada Juni. Terakhir adalah Aruh Bawan Banih Hanlin yaitu kegiatan penutupan musim panen pada September. Ritual Aruh Ganal dapat ditemui di beberapa desa seperti di Desa Haratai, Desa Muara Ulang, Desa Lahung, dan lainnya. 

Kebudayaan suku Dayak sama menariknya dengan kemegahan alam Pegunungan Meratus itu sendiri. Pemandangan lanskap yang subur dihiasi rangkaian air terjun, yaitu: Air terjun Haratai, Ari terjun Riam Hanai, Air Terjun Kilat Api, Air Terjun  Rampah Menjagan, Air terjun Pemandian Anggang, dan Air terjun Tinggiran Hayam.  

Di Pegunungan Meratus juga terdapat Sumber Air Panas Tanuhi dimana Anda bisa menikmati air panas segar langsung dari alam. Hutan tropisnya sendiri memiliki flora mengagumkan diantaranya kantong semar (Nepenthes distillatoria) dan anggrek meratus (Dendrobium hepaticum).  

Salah satu keindahan di Loksado yang tidak boleh terlewatkan adalah Sungai Amandit yang mengalir melewati jantung hutan Pegunungan Meratus. Sungai yang memiliki air jernih dan segar ini dihiasi bebatuan, anak sungai dan jembatan tradisional. Untuk melengkapi semua keindahan ini, menaiki rakit bambu dan menelusuri sepanjang aliran sungai akan memberikan sensai tersendiri. 

Sumber : http://awalinfo.blogspot.com/2014/11/pesona-alam-pedesaan-suku-dayak-di.html

0 komentar:

Copyright © 2014 Indonesiaku