GAMELAN Kepulauan Raja Ampat Garuda Wisnu Kencana Pulau Komodo Candi Penataran CandiPrambanan Candi Borobudur BATIK WAYANG

FPI Ancam Duduki Balai Kota Jakarta

Ribuan massa Front Pembela Islam (FPI) untuk menolak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengepung Gedung DPRD dan Balai Kota DKI Jakarta. Dalam orasinya, salah satu orator mengungkapkan sejumlah alasan penolakan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. 

"Kite enggak mau kafir yang pimpin Jakarta. Ahok enggak pantas jadi gubernur," kata seorang orator di atas mobil komando, Senin (10/11/2014).

Massa juga mengancam akan menduduki Balai Kota DKI Jakarta, jika Ahok keluar dari Jakarta. "Ahok sudah menyakiti umat Islam dengan melarang jualan hewan kurban. Bukan hanya itu menyembelih juga dilarang," teriak sang orator penuh semangat.

Selain itu massa FPI juga menyanyikan yel-yel yang berisikan penolakan terhadap mantan Bupati Belitung Timur tersebut. "Gue enggak mau tahu, yang penting Ahok turun," pekik massa FPI, sambil mengacungkan tangan.

Sebelumnya massa FPI bergerak dari Bunderan HI menuju ke Gedung Balai Kota DKI Jakarta, sekitar pukul 10.00 WIB. Massa melakukan long march melalui Jalan MH Thamrin. 

Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/2014/11/10/316516/fpi-ancam-duduki-balai-kota-jika-ahok-tak-keluar-dari-jakarta

Ujian untuk POLRI : Kasus Penembakan Mobil Amien Rais

Guna mengungkap kasus penembakan  mobil mantan ketua MPR, Amien Rais, Polri menerjunkan Densus 88. Hal tersebut dianggap wajar, sebab kasus tersebut beraroma teror.

"Memang penembakan tersebut juga teror. Jadi Densus 88 bisa saja diterjunkan," kata pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Selasa (11/11/2014).

Polri diminta untuk segera mengungkap kasus ini, hal tersebut agar masyarakat tidak merasa resah. Karena sampai saat ini belum diketahui apakah teror terhadap Amien Rais itu kejahatan biasa atau kejahatan khusus. "Kasus ini harus bisa diungkap, karena kalau buntu akan menjadi pertanyaan lebih besar, siapa pelaku. Ini ujian untuk kepolisian," imbuhnya.

Sebelumnya Polri menerjunkan Densus 88 untuk mengungkap kasus penembakan mobil di kediaman mantan ketua MPR, Amien Rais. Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Ronny Sompie mengatakan diterjunkannya Densus 88 Anti-Teror, karena berkaitan dengan penggunaan senjata api dan kasusnya bernuansa teror.

Mobil Amien Rais ditembak orang tidak dikenal Kamis 6 November lalu. Mobil tersebut diparkir di teras kediaman Amien Rais, di Jalan Pandean Sari, Condong Catur, Yogyakarta. 


Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/2014/11/11/316968/kasus-penembakan-mobil-amien-rais-ujian-untuk-polri

DPRD DKI Jakarta Tak Sehati untuk Lantik Ahok

Drama pelantikan Pelaksana Tugas (Plt) Basuki Tjahaja Purnama masih belum mencapai akhir. Perbedaan pendapat anggota dewan masih terus berlanjut.

"Ya, kita masih berbeda pendapat, khususnya dari teman kita kemarin Koalisi Merah Putih," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan Joni Simanjuntak dalam acara Bincang Pagi Metro TV, Jakarta, Kamis (13/11/2014).

Beberapa pihak memiliki pandangan berbeda, ada celah hukum pada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang dapat disanggah. Kata Joni, ada upaya untuk meminta rekomendasi dari MA terlebih dahulu mengenai pelantikan pria asal Belitung itu.

Joni sangsi argumentasi yang dilakukan itu tidak bersifat politis. Bahkan, Joni mengaku secara politis ada perbedaan diantara dua kubu yang terdapat di DPRD DKI.

"Saya melihatnya politis, seperti yang saya katakan lalu like father like son, bagaimana di atas seperti itulah di bawah. Saya pikir ini bukan hanya karena Ahok, tapi sampai yang lain," tandas dia.

Sementara itu, Wakil Pimpinan DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan ada pembicaraan yang dilakukan DPRD DKI Jakarta. DPRD DKI pun sepakat akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Mahkamah Agung (MA). "Kita akan konsultasi dulu dengan MA terkait tafsir Perppu 1 tahun 2014," kata pria yang akrab disapa Sani ini.

Meski Humas MA telah mengeluarkan pernyataan menolak memberikan tafsir, Sani kekeuh. "Karena kita kan berikan surat tertulis, kita menghormati lembaga tinggi negara itu, surat tertulis berbalas dengan pernyataan," tandas Sani. 

Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/2014/11/13/317991/dprd-dki-jakarta-tak-sehati-untuk-lantik-ahok

Alasan Susi Pudjiastuti Ancam Mundur Jadi Menteri

Metrotvnews.com, Jakarta: Kurang dari dua minggu menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sudah mengancam mundur. Hal tersebut lantaran dirinya kecewa terhadap kekayaan laut Indonesia yang terus dikuras nelayan lokal dan dijarah nelayan asing.

"Penangkapan ikan harus dibatasi. Kalau ini tidak terjadi (pembatasan penangkapan ikan), saya tidak mau jadi menteri lagi," ucap Susi, saat ditemui di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur No. 16, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014).

Ia menjelaskan, bahwa pembatasan ini akan menghapus kebiasaan penangkapan ikan yang bebas seperti yang terjadi sekarang ini. Selain itu, lanjutnya, pembatasan ini juga akan menciptakan keberlanjutan sumber daya alam laut.

"Ini termasuk aturan dalam teritorial kita. Harus ada pengetatan ukuran, musim tangkap serta metode penangkapan," tegasnya.

Maka dari itu, papar Susi, KKP bersama para duta besar negara yang bersinggungan dengan wilayah laut Indonesia akan bekerjasaama mengatur pembatasan penangkapan ikan.

Begitu juga dengan aturan moratorium izin kapal asing baru di Indonesia, yang aturan Kepmen-nya telah ditandatangan pihak Kemenkumham.

"Ini bentuk MoU, saya tidak mau tanda tangan MoU kalau hasilnya tidak signifkan seperti ini. Pengetatan harus diimplementasikan, ini harus dilakukan," pungkasnya. 
 
 
Sumber : http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2014/11/04/314295/alasan-susi-pudjiastuti-ancam-mundur-jadi-menteri

Susi Pudjiastuti Ancam Mundur Jadi Menteri

Metrotvnews.com, Jakarta: Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) ini cukup menyedot sorotan masyarakat dengan gayanya yang nyentrik.

Baru sekitar sembilan hari menjadi menteri KKP, Susi sudah mengancam akan mundur dari kabinet dan pulang ke kampung halamannya di Pangandaran, Jawa Barat.

Mengutip laman Facebook Susi Pudjiastuti, Selasa (4/11/2014), Susi mengunggah ancamannya sekitar dua jam lalu. Sebagai menteri KKP, kata dia, ia tak mau ambil kompromi.

"Saya akan mundur dari kabinet dan memilih pulang ke kampung halaman saya di Pangandaran jika birokrasi bergerak lambat dalam merespons rencana saya membuat peraturan menteri yang mendukung para nelayan," ujar Susi dalam laman jerjaring sosialnya.

Susi menambahkan di Facebooknya yang sudah di-like oleh 41.285 orang ini, dirinya mengkritisi birokrasi di Indonesia, khususnya terkait dengan nelayan, yang sangat lama.

"Katanya kalau di birokrat mau mengubah peraturan butuh waktu dua tahun, tapi kalau dua tahun mending saya keluar saja. Masa saya kerja dua tahun tidak menghasilkan apa-apa, tapi kata Menkumham janji dapat diselesaikan dua hari. Kalau dua tahun saya pulang saja ke Pangandaran," tegas dia.

Susi menjelaskan aturan dan pengawasan terkait perikanan akan dibuat jelas di dalam peraturan menteri yang akan diputuskan wanita nomor satu di Kementerian Kelautan dan Perikanan ini.

"Sebetulnya secara undang-undang perikanan kita sudah punya, sekarang saya mau bikin jelas saja per Keputusan Menteri untuk setiap item supaya lebih 'clear' kepada semua pemain. Kemudian untuk pengawasan akan bekerja sama dengan semua depertemen dan instansi," tambahnya.

Dirinya pun berharap Peraturan Menteri yang akan dibuat dapat terealisasi secepatnya. Menurut dia, dengan komitmen bersama di Kabinet Kerja, semua permasalahan saat ini dapat diselesaikan termasuk mengubah aturan yang memberatkan nelayan ataupun investor.

"Saya punya perasaan Kabinet Kerja ini sangat 'open', border-border, sekat-sekat antardepertemen sudah tidak ada lagi. Mudah-mudahan dengan komitmen bersama kita dapat menyelesaikan segala permasalahan, mengubah aturan yang menyulitkan seperti retribusi-retribusi," tutup dia. 
 
 
Sumber : http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2014/11/04/314121/duh-susi-pudjiastuti-ancam-mundur-jadi-menteri

Investor Minati Industri Penerbangan Indonesia

Metrotvnews.com, Jakarta: Pebisnis asal Inggris yang tergabung dalam Tim Investasi dan Perdagangan Kerajaan Inggris (The United Kingdom Trade and Investment) bidang aviasi dan bandar udara mengunjungi Citilink Indonesia. Pertemuan itu untuk mengetahui perkembangan serta prospek industri penerbangan nasional.

Kelompok investor yang dipimpin oleh Stephen Myatt itu berkomunikasi dengan Direktur Keuangan Citilink Albert Burhan. Pertemuan itu membahas persiapan menjelang ASEAN Open Sky 2015.

"Citilink menyambut baik kedatangan sekelompok pengusaha asal Inggris ini karena kita bisa sama-sama mengenali dan mencari peluang bisnis yang ada di Indonesia dan juga di Eropa. Inggris merupakan salah satu negara terdepan dalam bisnis dan penguasaan teknologi penerbangan, sehingga Citilink merasa perlu juga untuk memiliki akses langsung ke industri mereka," kata Albert dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (4/11/2014).

Sementara itu, Stephen Myatt mengatakan, tujuan dari misi ini adalah untuk menjalin relasi bisnis dan melihat peluang. Serta memahami prospek bisnis penerbangan di Indonesia. Kunjungan kali ini dapat membantu menemukan bentuk kerjasama yang saling menguntungkan dan dalam jangka panjang.

"Misi dagang kami juga terkait dengan Forum Bisnis Aviasi Indonesia yang mendorong peningkatan kegiatan bisnis dan kerjasama antara kalangan pebisnis dan pemerintahan, sehingga para pemimpin industri penerbangan bisa memberikan solusi yang berkelanjutan. Apalagi, mengingat pertumbuhan yang pesat sekaligus mengantisipasi pelaksanaan ASEAN Open Sky," kata Myatt yang juga sebagai penasehat perdagangan internasional.

Rombongan yang terdiri dari 14 pengusaha dan dua penasehat bisnis bidang penerbangan dan bandara itu berada di Indonesia pada 3 hingga 7 November. Selain mengunjungi Citilink juga mengunjungi sejumlah komunitas bisnis lain dan kalangan pemerintah.

Jelang ASEAN Open Sky 2015, lalu lintas pergerakan penumpang tahunan Indonesia diperkirakan meningkat dari 105 juta penumpang di tahun 2010 menjadi 358 juta penumpang pada 2025, dengan catatan pertumbuhan ekonomi rata-rata 8,5% per tahun. Kondisi tersebut menjadikan industri penerbangan dan bandara di Indonesia akan mendapatkan tekanan yang luar biasa sehingga perlu untuk melakukan perluasan kapasitas dan fasilitas di kedua sektor tersebut.

Indonesia dengan jumlah penduduk yang mencapai 242 juta jiwa dan pertumbuhan rata-rata GDP 6.2% memperlihatkan pertumbuhan pasar penerbangan yang dramatis. Pergerakan penumpang dan penerbangan internasional tumbuh 13% sedangkan hal yang sama juga terjadi di penerbangan domestik yang mencapai 16%, dan pergerakan penumpang domestik tumbuh 20% pada 2010/2011. 
 
 
Sumber : http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2014/11/04/314191/investor-minati-industri-penerbangan-indonesia

TNI AU Sergap Pesawat Penyusup

Metrotvnews.com. Kupang. Penyupan wilayah udara RI oleh pesawat terbang asing kembali terjadi. Pesawat yang terbang menuju Australia itu berhasil disergap Sukhoi TNI AU.

"Pesawat dipaksa mendarat di Lanud Eltari Kupang, pukul 13.30 WIB," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama Hadi Tjahyanto kepada Metrotvnews.com, Senin (3/11/2014).

Awak dan penumpang pesawat saat ini sedang diperiksa TNI AU di Lanud Eltari, Kupang. Pesawat itu diduga memasuki wilayah udara RI tanpa izin lengkap.

Pesawat pesawat bermesin jet Gulfstream IV dengan nomor penerbangan HZ-103 itu pun disergap. Penyergapan dilakukan pada jarak 150 km timur laut Kupang di ketinggian 41 ribu feets dengan kecepatan 450 kts oleh satuan Sukhoi TNI AU.

"Untuk sementara diketahui sebagai penerbangan tak berjadwal yang terbang dari Singapura menuju Darwin, Australia," jelas Marsma Hadi Tjahyanto.


Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/2014/11/03/313569/lagi-tni-au-sergap-pesawat-penyusup
Copyright © 2014 Indonesiaku