GAMELAN Kepulauan Raja Ampat Garuda Wisnu Kencana Pulau Komodo Candi Penataran CandiPrambanan Candi Borobudur BATIK WAYANG

Keindahan Halmahera dalam Festival Teluk Jailolo


 


Gilolo atau yang disebut Jailolo adalah nama pulau di Provinsi Maluku Utara. Jailolo atau Gilolo adalah nama lain yang diberikan penduduk setempat untuk Pulau Halmahera di Provinsi Maluku Utara. Di sini digelar Festival Teluk Jailolo yang merupakan festival tahunan dan didukung komunitas budaya, pemerintah daerah, dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia.
Festival ini berulang kali meraih kesuksesan dimana semua komunitas budaya di Pulau Jailolo dan sekitarnya ikut berpartisipasi. Beragam tradisi unik hadir dalam festival ini termasuk teater dengan konsep panggung di atas laut dan menjadi ciri khas festival. Festival ini melibatkan ratusan penduduk Halmahera Barat yang terdiri dari anak-anak sekolah, nelayan, dan petani.
Festival ini menghadirkan teater “Cabaret On The Sea”  yaitu kabaret yang mengkolaborasikan cerita sarat filosofi dengan harmonisasi musikal menawan serta panggung besar yang mengapung di atas lautan. Konsep teater di atas laut ini  belum pernah ada sebelumnya di Indonesia bahkan dunia. Acaranya selalu dimeriahkan deretan kegiatan bahari seperti lomba dayung, renang, memancing, menjaring sampah, dan pemilihan duta bahari.
Festival Teluk Jailolo adalah salah satu contoh perayaan budaya yang menakjubkan. Pengunjung yang hadir akan disuguhi beragam pagelaran menarik seperti: Cakalele, Soya-soya, Legu Sarai, musik Yanger, Tataruba, Sara Dabi-dabi, Horum Sasadu, serta acara kuliner kolosal yang mengundang semua pengunjung untuk makan bersama.
Festival Teluk Jailolo berhiaskan langit biru yang membentang, gugusan tebing megah, hamparan laut jernih, serta pasir hitam lembut.
Festival Jailolo biasanya dimulai dengan upacara pembukaan di Teluk Jailolo yang diikuti kompetisi olahraga pada hari berikutnya. Kegiatan memancing merupakan sebuah tradisi di mana semua orang diundang untuk bergabung bersama. Beberapa diskusi penting mengenai budaya dan kontes pemilihan duta bahari juga merupakan bagian dari agenda festival ini.
Pulau Halmahera merupakan pulau yang indah seluas 17.000 km². Lautnya yang menawan terus menginspirasi festival ini setiap tahunnya. Penduduk Muslim dan Kristen bersama-sama berpartisipasi setiap tahun dalam perayaan penuh keharmonisan.
Anda dapat menuju Teluk Jailolo dengan perjalanan selama 3 jam penerbangan dari Jakarta menuju Ternate. Alternatif lain dengan penerbangan melalui Makassar atau Manado menuju Ternate. Dari Pelabuhan Dufa Dufa di Kota Ternate, Anda lanjutkan perjalanan melalui jalur laut dengan menggunakan speed boat selama 40 menit.

Pangeran Bertato dari Halmahera
Jailolo sering ditulis ‘Gilolo’ dalam literatur Barat dan merupakan salah satu kerajaan di Maluku. Istilah ‘Gilolo’ sebagai suatu suku bangsa merujuk pada sebuah kerajaan tua di pulau Halmahera Indonesia. Hingga saat ini tak ada satu tempat pun di dunia yang dahulu disebut Gilolo selain Pulau Halmahera di Indonesia.
Penyebutan Gilolo terkait  sumber sejarah dalam sebuah buku berjudul “A New Voyage Round The World” (1697) yang ditulis William Dampier dimana memuat gambar seseorang dengan tubuh dipenuhi tato dan merupakan penduduk asli dari Jailolo. Dampier merupakan seorang pelaut Inggris yang mengunjungi Laut Selatan dan Hindia Timur untuk tugas mengelilingi bumi dan mencari daerah baru.
William Dampier pulang ke Inggris dengan membawa serta Pangeran Giolo (Painted Prince; Giolo; Jeol)   yang bertato sekujur tubuhnya  ke London. Dampier membawanya ke Eropa karena tertarik gambar di tubuhnya. Pangeran ini dijadikan budaknya hingga ia meninggal di Oxford karena penyakit cacar.
Pangeran Giolo kemudian dikenal sebagai ‘Painted Prince’ atau penduduk asli dari Kepulauan Rempah-Rempah yang ditato tubuhnya. Ia memiliki tato di seluruh tubuhnya yang menarik perhatian penduduk London namun bahasanya tidak mereka pahami. Pangeran Gilolo ini kemudian menghidupkan kembali seni tato di Inggris, bahkan sekarang menjadi icon penggemar tato di dunia. Pangeran Giolo tersebut diyakini berasal dari pulau rempah-rampah di Hindia Timur atau Nusantara bagian timur, yaitu  Halmahera (Maluccas).

Wisata Pulau Samosir, Danau Toba: Keindahan Alam dan Keunikan Tradisi

Obyek Wisata Pulau Samosir. Berbicara tentang Pulau Samosir, pasti kita akan membayangkan sejuta keindahan alam maupun keunikan tradisi masyarakatnya. Pulau ini, secara geografis, berada di tengah-tengah danau, namanya Danau Toba. Siapa yang tak mengenal danau yang satu ini? Popularitasnya telah diakui oleh banyak orang; bukan saja masyarakat Sumatera Utara dan Medan. Pun, danau ini terbentuk oleh satu letusan maha dahsyat gunung vulkanik yang lalu membentuk kaldera raksasa dan berair, hingga membentuk danau. Orang menamainya Danau Toba.
Berwisata menuju Danau Toba, memang mengasyikkan. Namun, keasyikan ini tak akan berakhir dengan sempurna bila kita mengabaikan destinasi wisata di Pulau Samosir. Pulau Samosir, dengan seluk beluk masyarakat tradisionalnya, memiliki ragam tempat wisata yang indah. Anda tertarik aktivitas apa yang bisa dilakukan saat mengunjungi pulau tersebut?
Pulau Samosir 1
Samosir Island,  Danau Toba,  Sumatra
Pulau Samosir 3
Kuliner Mie Gomak. Berpetualang ke Pulau Samosir selalu menawan hati kita. Sesekali kita bisa mampir ke kedai masyarakat setempat sekadar menikmati makanan mie Gomak. Bentuk fisik mie ini, terlihat tebal dan lebih menyerupai spaghetti. Kenikmatannya berbaur padu dengan taburan saus yang tampak menyerupai rendang. Saus yang berbahan bumbu andaliman, bercampur jahe dan merica. Rasanya pun menjadi pedas dan panas. Sebuah rasa yang pas untuk menghangatkan tubuh. Pelengkap, mie Gomak juga ditaburi dengan kelapa yang telah disangrai.
Melihat Batu Parsidangan. Dahulu kala, ada tempat persidangan rakyat yang berada di Ambarita. Di tempat tersebut, ada beberapa batu-batu yang disusun rapi secara melingkar. Konon, batu parsidangan ini telah berusia ratusan tahun lamanya.
Pantai Pasir Putih. Ini bukan sebuah pantai, melainkan perairan yang berada di pinggiran danau Toba. Meskipun bukan pantai, lokasi ini menyimpan hamparan pasir yang putih dan bersih. Sehingga, tempat ini selalu ramai dengan wisatawan. Selain bermain air, wisatawan bisa bermain jetski, berenang, ataupun banana boat.
Mengelilingi pulau menggunakan sepeda motor. Asyiknya mengelilingi Pulau Samosir dengan menaiki sepeda motor. Terlebih di sana, ada jalan yang terhubung tunggal yang memungkinkan wisatawan bisa menikmati panorama alam Pulau Samosir dari berbagai sudut pandang. Masyarakatnya yang ramah dan bersahabat, akan bisa kita jumpai di sana. Pun dengan alam pedesaannya yang sejuk, dengan latar belakang bukit-bukit yang lebat berwarna hijau, adalah pemandangan yang sangat luar biasa.
Pertunjukan Sigale-gale. Peninggalan leluhur masyarakat Samosir ini bernama Sigale-gale. Itu adalah sebuah tarian tradisional khas Batak. Biasanya, pertunjukan ini diadakan di daerah kampong tua, Huta Bolon. Tarian Sigale-gale mengandung pesan sebuah kerinduan mendalam yang dimiliki raja kepada anaknya yang hilang. Kesedihan sang raja lalu digambarkan melalui gerak-gerik dalam tarian yang bernama Sigale-gale tersebut. Wisatawan yang sedang menonton pertunjukkannya, akan merasa kagum dengan peninggalan leluhur masyarakat Samosir itu.

Obyek Wisata di Pulau Onrust – Kepulauan Seribu

Seperti yang sudah tertulis dalam bahasan sebelumnya tentang Kepulauan Seribu. Di sana, sejuta impian wisata bisa diwujudkan. Satu persatu pulau bisa dijujuki. Semuanya menawarkan konsep keindahan yang serupa. Salah satu pulau dengan destinasinya yang memukau, bernama Pulau Onrust. Secara bahasa, Onrust berarti yang tak mengenal lelah. Sebab, disinyalir pada abad ke-17 hingga 18, banyak berlabuh kapal-kapal dagang VOC. Sehingga, dari berbagai aktivitas yang selalu ada di pulau tersebut, seakan-akan pulau tersebut memang tak pernah sepi dari kesibukan manusianya.
Secara geografis, Pulau Onrust berada tak jauh dari Pulau Bidadari. Sehingga para traveler bisa menyinggahi Pulau Bidadari terlebih dahulu sebelum meneruskan perjalanan menuju Pulau Onrust. Kenapa demikian? Karena di pesisir Pulau Bidadari, ada dermaga yang melayani rute perjalanan menuju pulau-pulau lain.
Zaman penjajahan, pulau ini populer dengan nama Pulau Kapal. Sebab, ketika itu, pulau ini lazim berfungsi sebagai tempat bersandar banyak kapal Belanda sebelum mereka berlayar menuju Batavia (Jakarta). Di pulau legendaris ini, kita selain bisa menikmati hawa sejuk khas pantai, juga bisa menyaksikan bangunan-bangunan tua warisan zaman kolonial. Ada benteng pertahanan Belanda maupun dermaga yang dibangun sejak zaman dahulu.
Pulau Onrust berdekatan dengan pulau-pulau seperti Bidadari, Pulau Kelor, dan Pulau Cipir. Untuk menuju pulau ini, traveler bisa menaiki perahu speedboat atau perahu nelayan setempat. Rute yang diambil bisa melalui dermaga di Marina Ancol atau memulai perjalanan dari pelabuhan Muara Kamal.
Pulau Onrust 1
Pulau Onrust 3
Pulau Onrust 4
Selain perairannya yang jernih dan bening, mata kita akan menatap kagum pada berbagai situs sejarah. Benda-benda tersebut seolah berbicara kepada kita bahwa Pulau Onrust menjadi saksi bisu atas kekejian penjajah Belanda. Maka, sangat ideal bila kita mengajak serta anak-anak saat mengunjungi pulau yang satu ini. Mereka, nantiya tidak hanya menikmati desisan angin pantai. Mereka bisa pula memeroleh informasi penting berkaitan sejarah masa lampau yang pernah terjadi di pulau tersebut.
Setali tiga uang dengan Pulau Onrust, Pulau Kelor yang berlokasi tak jauh darinya, juga berkesan sebagai destinasi sejarah. Di pulau ini, kita bisa mengunjungi benteng kuno peninggalan Belanda saat bertempur melawan Portugis pada abad 17.
Pulau Onrust merupakan sebuah destinasi wisata sekaligus fakta bersejarah yang menarik. Wisatawan akan mereguk keindahan pulaunya yang dikelilingi pantai berair jernih nan biru. Situs-situs bersejarah juga mengajarkan kepada kita, bahwa dahulu memang tempat tersebut menjadi basis pertahanan bagi tentara penjajah di negeri ini. Namun, satu hal yang pasti, keindahan alam Pulau Onrust tak akan pernah tergerus hanya karena tempat tersebut dulu pernah menjadi saksi bisu penjajahan Belanda di tanah air.

Pesona Tempat Wisata Pulau Peucang – Ujung Kulon

Pulau Peucang – Ujung Kulon memang selalu menawarkan daya pesona alam yang luar biasa. Letaknya yang berada di ujung barat Pulau Jawa, menjadi landmark tersendiri dalam dunia pariwisata. Pulau Peucang, secara geografis berada di selat Panaitan, Pandeglang, Provinsi Banten. Pulau ini masih termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.
Di Taman Nasional Ujung Kulon, kita tak hanya menemui spot lautan lepas. Di sana, kita juga bisa menyusuri indahnya sungai dengan berbagai bentuk kegiatan arung jeramnya. Tak puas sampai di sini, kita bisa mengeksplorasi alamnya melalui kegiatan pendakian di bebukitan. Sebagai pelengkap, ada sejumlah air terjun yang akan membasahi rasa lelah kita dalam berwisata.
Pulau Peucang, selalu dikunjungi oleh berbagai wisatawan, baik dalam maupun luar negeri. Pulau Peucang, menyimpan kekayaan wisata yang tak terhingga. Hamparan pasir putih yang menyalak mata, begitu indah saat menyatu dengan kejernihan air lautnya yang tak berombak terlalu tinggi. Sebuah kombinasi yang mampu menciptakan seni keindahan alam yang natural.
Air pantai di Pulau Peucang sangat jernih dan segar. Ini memungkinkan wisatawan bisa melihat rupa-rupa ikan yang hidup di zona perairannya. Seperti ikan bidadari ikan kakatua, ikan singa, ikan glodok, ikan sumpit, dan ikan badut. Ada yang unik dan menarik pada ikan glodok. Ikan ini, selain handal hidup di wilayah perairan, juga bisa memanjat akar tanaman bakau. Serupa dengan ikan glodok, ikan sumpit juga memiliki keunikan. Ikan itu bisa menyemburkan air ke atas permukaan hingga setinggi 1 meter.
Di Pulau Peucang juga hidup berbagai satwa yang masih liar. Sebutlah rusa, monyet, babi hutan, burung hantu, rangkong, ular piton, maupun biawak. Hewan tersebut terkadang bisa menyerang pengunjung bila merasa terusik. Maka hendaknya mereka senantiasa bersikap waspada dan tidak mengganggu habitat satwa-satwa liar tersebut.
Pulau Peucang 2
Pulau Peucang 3
Pulau Peucang
Ada sebuah spot yang layak dikunjungi di sana. Namanya Karang Copong. Letak karang ini ada di sebelah utara pulau. Bila kita hendak kesana, trek yang harus kita lewati, yaitu jalanan di hutan lebat sejauh kira-kira 3 km. Tempat ini berupa karang yang berlubang di bagian tengahnya. Tak begitu jauh dari Pulau Peucang, ada sebuah padang rumput Cidaon. Di zona hijau ini, kita bisa melihat sekawanan banteng liar. Mereka selalu terlihat tiap pukul 6 pagi atau pukul 5 sore. Padaa jam-jam tersebut, mereka berkerumun memakan rumput. Di beberapa sudut Pulau Peucang, ada tempat-tempat yang berfungsi sebagai penginapan. Sarana tersebut merupakan jawaban bagi wisatawan yang ingin bermalam di sana.

Pulau Untung Wisata Pulau Untung: Spot Wisata Alam di Kepulauan Seribu

Wisata alam pantai dan pulau yang berada di Kepulauan Seribu, memang tak ada habisnya. Keindahan alamnya yang menakjubkan, rasanya tidak untuk dipandang sebelah mata. Bila kita memiliki waktu luang cukup panjang, kita bisa menggelar sebuah rencana berwisata menuju Pulau Untung. Barangkali kita telah mengenal dan mengetahui sejumlah pulau lain yang berada dalam gugus Kepulauan Seribu. Namun, tak ada yang salah bila kali ini kita akan membicarakan dunia wisata yang ada di pulau itu.
Perjalanan menuju Pulau Untung bisa menghabiskan waktu perjalanan sekitar 30 menit lamanya. Durasi ini bila ditempuh dari dermaga Tanjung Pasir, Tangerang. Di sana, banyak ABK kapal boat yang menawarkan jasa mengantarkan kita berperjalanan menuju pulau manapun di Kepulauan Seribu, yang kita inginkan. Kisaran harga yang bisa kita bayarkan, adalah sekitar Rp10.000/orang. Namun, lazimnya, kita akan dipungut 2x jumlah harga tersebut. Kenapa? Para ABK akan mengantar maupun mengantarkan kita ke pulau tersebut. Sehingga, fee-nya pun akan dobel.
Secara geografis, Pulau Untung memang memiliki posisi yang lebih dekat dengan Ibukota Jakarta maupun Tangerang. Tak ayal, waktu perjalanan pun bisa ditempuh tak lebih dari sejam. Dan, pulau ini memiliki luas sekitar 40,10 hektar. Selama perjalanan, tak jarang sekawanan burung laut tampak beterbangan tinggi rendah di atas permukaan laut. Hal yang mungkin asing bagi sebagian wisatawan; terlebih bagi yang belum pernah mengunjungi spot Kepulauan Seribu. Ikan-ikan, banyak pula yang berenang berkejaran satu sama lain; mengikuti laju perahu motor nelayan.
Saat kaki menginjakkan hamparan pasir putihnya, kekaguman kita pun akan tumbuh. Keelokan suasananya yang teduh dan tenang, menghantarkan kita pada rasa syukur yang tak terkira kepada Tuhan, atas segala bentuk ciptaan-Nya.
Pulau Untung ini termasuk pulau yang berpenghuni. Penduduk yang mendiami pulau itu, sekitar 1.888 jiwa. Mereka terkenal ramah dan suka menghormati tamu. Di antara mereka, rata-rata adalah pelaut. Sebagian lagi, merupakan pengusaha yang membuka sejumlah usaha, seperti rumah makan, penginapan, toko suvenir, dan penyewaan alat-alat untuk snorkeling dan selam.
Pulau Untung 1
Pulau Untung 2
Pulau Untung 3
Pulau Untung 4
Selain fasilitas yang berkaitan dengan pariwisata, di Pulau Untung, kita juga bisa menjumpai sarana umum. Seperti kantor kelurahan, puskesmas, sekolah, dan lain-lain.
Destinasi seperti yang terhampar di Pulau Untung, sangat memungkinkan untuk kita kunjungi saat akhir pekan. Bisa juga kita merencanakan berpiknik bersama keluarga, teman, atau kelompok, saat musim libur tiba.
Well, keindahan panorama alam di Pulau Untung, menjadi referensi ideal bagi para pecinta wisata bahari. Pulau Untung, dan juga pulau lain seperti Pulau Macan yang ada dalam gugus Kepulauan Seribu, adalah jawaban atas segala rutinitas kita di perkotaan.

Wisata Pulau Berhala: Wisata Eksklusif di Provinsi Jambi

Provinsi Jambi memiliki sebuah obyek wisata pantainya yang cantik, yang berada di kawasan Pulau Berhala. Pulau ini tak jauh dari Taman Nasional Berbak. Namanya barangkali masih asing di pendengaran para pecinta wisata pantai. Namun, yakinlah pesona alam pantainya sangat indah dan mempesona.
Pulau Berhala
sumber foto @disbudpar.jambiprov.go.id

Kenapa dinamakan dengan Pulau Berhala?

Zaman dahulu kala, ada seorang raja di Jambi; namanya Datuk Paduko Berhala. Dia seorang penyebar agama Islam di kawasan Jambi ketika itu. Saat mangkat, raja ini lalu dikebumikan di pulau tersebut. Maka, penamaan pulau lalu ditautkan dengan nama sang raja. Makam sang raja bisa ditempuh dengan melintasi jalanan setapak sepanjang 150 meter.
Pulau Berhala memiliki luas sekitar 2.5 km2. Pegunungan dan hutan hijau menyelimuti pulau yang dihuni oleh mayoritas masyarakat nelayan itu. Uniknya, pada awal maupun akhir tahun, sekawanan penyu bertelur di tepian pantai nan indah tersebut. Tak heran, di kawasan Berhala ada sebuah tempat yang difungsikan sebagai penangkaran penyu.
Pulau Berhala juga kaya dengan spesies terumbu karang maupun ikan karang. Sehingga sejumlah traveler yang pergi kesana, di samping menikmati alam pantainya, juga ingin menyelami alam bawah lautnya. Belum lagi, aneka ikan hias banyak bertebaran di lautnya. Terkadang, bila kita berada di pinggiran perairan lautnya, sekumpulan ikan hias berenang mengitari kaki kita. Mengasyikkan bukan?
Pulau Berhala memiliki dua sisi tempat. Sisi barat berupa kawasan pantai yang sangat alami. Air laut yang jernih, butiran pasir yang halus, bebatuan besar yang teronggok bisu di tepi pantai, serta kehidupan sehari-hari nelayan, merupakan pemandangan tersendiri yang bisa kita nikmati. Sedangkan di sisi timur, tebing bebatuan karang tinggi menjulang. Pun, dengan keberadaan hutan akar bahar yang tumbuh lebat; menjadikan wilayah ini layak masuk destinasi yang patut dikunjungi.
Pulau Berhala
foto @disbudpar.jambiprov.go.id
Pulau Berhala
foto @disbudpar.jambiprov.go.id
Pulau Berhala
foto @disbudpar.jambiprov.go.id
Bila ingin berwisata ke pulau Berhala, kita harus menggunakan moda transportasi laut. Di dermaga Nipah Panjang, kita bisa naik perahu motor nelayan setempat. Lama perjalanannya bisa mencapai sekitar 1.5 jam. Setiba di pulau, mata kita akan disuguhi beragam tampilan alam yang elok dan rupawan. Rumah-rumah penduduk nelayan yang struktur bangunannya berciri khas Jambi, banyak terlihat. Sejumlah resor sederhana pun bertebaran di pesisir pantainya. Nun jauh di sana, bukit-bukit lebat nan hijau, menyalak mata.
Pulau ini bukan hanya menyimpan ragam wisata alam semata. Di sana, selain makam Raja Datuk Paduko Berhala, juga dijumpai benteng pertahanan Jepang maupun meriam tempur kuno peninggalan tentara Belanda. Waah..unik dan serunya berwisata di Pulau Berhala yang sangat memukau itu.

Pesona Wisata Alam Pulau Weh, Aceh

Bila kita tertarik mengunjungi destinasi wisata di Pulau Weh, pastikan kita mengetahui terlebih dahulu apa saja yang terdapat di sana. Tujuannya, jelas, untuk memudahkan wisatawan dalam mengeksplorasi segala ragam wisata yang ada di pulau paling ujung Barat di Indonesia ini.
Pulau Weh bisa dijujuki dengan menggunakan kapal penyeberangan yang berangkat dari dermaga Ulelheu, Banda Aceh. Tiap hari, kapal penyeberangan ini hanya melayani rute dua kali saja, yaitu pagi hari pukul 08.00 dan sore hari pukul 16.00. Harga yang dipatok untuk setiap wisatawan, yaitu sekitar Rp65.000. Sebuah harga yang tak terlalu mahal bila dibandingkan dengan pesona alam yang nanti akan kita jumpai di Pulau Weh. Waktu perjalanan bisa ditempuh selama 45 hingga 60 menit. Setelah itu, kita bisa leluasa menginjakkan kaki di dermaga Balohan, Sabang.
Pulau Weh 1
Pulau Weh 2
Pulau Weh 3
Suasana alam yang serba natural, akan menggiring para wisatawan mencapai kepuasan yang mereka inginkan di sana. Di Pulau Weh, wisatawan tidak perlu merasa bingung dengan fasilitas penginapan. Sejumlah penginapan maupun resor yang dikelola masyarakat setempat, akan memanjakan mereka. Fasilitas yang ada di penginapan, seperti AC, tempat tidur yang sangat nyaman, kamar mandi yang sangat bersih, maupun restoran, tersedia lengkap. Sehingga, tak ada alasan untuk mengatakan tidak nyaman. Semua fasilitas tersebut akan mengakomodasi segala kebutuhan para wisatawan dengan baik.
Gugus wisata terbentang lapang di Pulau Weh. Ada Pantai Iboih yang indah; dan menjadi tempat bermain air paling menarik. Ada pula Tugu Kilometer Nol (KM-0) yang menjadi monumen tapal batas Indonesia. Aka nada perasaan senang manakala telah mengunjungi tugu yang satu ini. Karena disitulah, lokasi titik nol Indonesia di belahan barat.
Selain dua tempat di atas, di Pulau Weh kita bisa menikmati pantai lain. Pantai Gapang, Pantai Kasih, Pantai Sumur Tiga, dan Pantai Anoi Hitam; merupakan gugus pantai yang akan memanjakan kita saat berwisata di sana. Pantai-pantai tersebut, bisa didatangi demi mereguk keindahan dan pesona alamnya yang spektakuler. Khusus Pantai Anoi Hitam, kita akan menemukan warna pasirnya yang hitam pekat. Pun, saat terkena sinar matahari, pasir ini akan memantulkan sinarnya.
Sebuah benteng peninggalan tentara Dai Nippon Jepang, masih berdiri kokoh. Meskipun, sebagian struktur bangunannya, telah rapuh termakan usia. Beberapa bunker juga masih terlihat di benteng tersebut. Di sejumlah lubang jendela di bagian atas benteng, onggokan meriam tua, juga masih ada. Saat berada di benteng, kita bisa dengan leluasa memandang Lautan Hindia maupun Selat Malaka. Hmmm…..menarik bukan tempat wisata yang satu ini?
Copyright © 2014 Indonesiaku